Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengklaim sudah melakukan take down (menutup) berbagai konten berbau radikalisme dan terorisme. Langkah tegas itu dilakukan dengan menggandeng para penyedia platform yang ada di Indonesia.
Berdasarkan data yang dipaparkan, setidaknya ada sekitar 280 konten terkait terorisme, Facebook dan Instagram 400 konten, dan Youtube 250 konten. Dari jumlah tersebut, ternyata konten yang teridentifikasi terorisme merupakan milik individu.
"Akun-akun tadi adalah akun individu. Bahwa satu sama lain berkaitan itu nanti di telaah sama teman-teman Kepolisian," ujar Rudiantara, di Jakarta, Selasa (15/5/2018).
Kendati demikian, sebenarnya sudah bukan rahasia bila konten serupa akan kembali muncul menggunakan akun lain. Lalu bagaimana Kemenkominfo menjamin hal demikian tidak terjadi.
Rudiantara menegaskan, tugas Kemenkominfo itu memantau penjahat dunia maya. Sedangkan untuk penangkapan itu urusan penegak hukum.
"Untuk itu kami bekerjasama dengan penegak hukum. Ada juga konten yang belum di take down itu memastikan agar orangnya bisa tertangkap," kata Rudiantara.
Untuk menangkal aksi radikalisme dan terorisme yang beredar di dunia maya, Kemenkominfo hari ini sudah memanggil perwakilan dari Telegram, Facebook, dan YouTube.
Berita Terkait
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Hadapi Volatilitas Rupiah, Trader Pemula Disarankan Berlatih Melalui Akun Demo Terlebih Dahulu
-
Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme
-
Cara Hapus Akun Google di HP Android dengan Mudah Anti Ribet
-
Sempat Hilang Misterius, Akun IG Ahmad Dhani Ternyata Dibobol Sindikat Profesional
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud