- Kemenkeu pada Minggu (25/1/2026) membantah keras hoaks yang menuduh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tertipu dana fantastis oleh Bank Himbara.
- Purbaya Sadewa telah menempatkan dana negara menganggur senilai total Rp276 triliun di bank mitra sejak September 2025 sebagai strategi fiskal.
- Penarikan kembali dana Rp76 triliun oleh Menteri Keuangan merupakan kebutuhan rutin belanja negara kementerian/lembaga, bukan karena penipuan.
Suara.com - Jagat maya kembali dihebohkan oleh peredaran informasi menyesatkan yang menyasar pejabat tinggi negara. Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi pada awal tahun 2026 ini, sebuah narasi provokatif beredar liar di media sosial, menuding Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi korban penipuan perbankan dalam jumlah fantastis.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bergerak cepat merespons isu ini. Pada Minggu (25/1/2026), melalui pesan yang diterima tim redaksi Suara.com. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan secara tegas menyatakan bahwa berita yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tertipu Bank Himbara adalah hoaks.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang aktif di media sosial, untuk tidak mudah terprovokasi oleh judul clickbait yang tidak berdasar.
Hoaks ini dikemas dengan kalimat bombastis untuk memancing emosi publik. Dalam tangkapan layar yang beredar, tertulis narasi dengan huruf kapital:
"PURBAYA TERTIPU BANK HIMBARA 200 T MENGUAP.. PARA NAKER PENGKHIANAT RAKYAT INDONESIA."
Tidak hanya itu, pembuat hoaks juga menyertakan foto Purbaya saat sedang melakukan konferensi pers untuk memberikan kesan seolah-olah berita tersebut valid, ditambah dengan tulisan "PURBAYA KALAH 1 - 0 DGN PARA BANKER."
Narasi ini jelas merupakan disinformasi yang berbahaya karena menyangkut kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya mengenai dana ratusan triliun tersebut?
Perlu diketahui, Purbaya memang menempatkan dana menganggur pemerintah yang ada di Bank Indonesia ke sejumlah bank mitra.
Langkah ini bukan tindakan sembrono, melainkan strategi fiskal yang terukur yang telah dilakukan Purbaya sejak 12 September 2025.
Baca Juga: Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Berikut adalah rincian penempatan dana yang transparan dan tercatat negara:
1. Tahap Awal (Rp 200 Triliun)
Didistribusikan ke lima bank Himbara. BRI, Bank Mandiri, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun. Sementara BTN menerima Rp25 triliun, dan BSI (Bank Syariah Indonesia) menerima Rp10 triliun dalam bentuk deposito.
2. Penambahan (10 November 2025)
Pemerintah menambah penempatan sebesar Rp76 triliun. Rinciannya terdiri dari Bank Mandiri Rp25 triliun, BRI Rp25 triliun, BNI Rp25 triliun, dan Bank DKI Rp1 triliun.
Dengan demikian, total dana penempatan yang dikucurkan Purbaya sudah mencapai Rp276 triliun. Semua tercatat rapi dan bukan menguap seperti narasi hoaks.
Berita Terkait
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Purbaya Gandeng BUMN Tarik Pajak Transaksi Luar Negeri, Incar Rp 84 M per Tahun
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
Purbaya Gunakan AI hingga Beli Data dari Luar Negeri buat Cari Tambahan Pajak
-
Pengamat: Dasco - Purbaya Jadi 'Duet Maut' Jaga Stabilitas Ekonomi Politik
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
-
Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April
-
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap
-
Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
-
Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada
-
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup