Suara.com - Perusahaan biotek Oxitec bekerja sama dengan milik Bill Gates bersama istri, Bill dan Melinda Gates Foundation untuk menciptakan nyamuk rekayasa genetika yang akan membantu memerangi penyebaran malaria. Dilansir dari CNET, The Gates Foundation memberikan 4 juta dolar atau sekitar Rp 56,8 miliar untuk proyek ini.
Sebelumnya, The Gates Foundation telah mendanai sekitar 2 miliar dolar AS (Rp 28 triliunan) untuk memerangi malaria dan sekarang yayasan tersebut mengalokasikan lebih banyak dana untuk metode baru. Para ilmuwan menamakannya dengan "Nyamuk Ramah", di mana mereka akan memodifikasi secara genetik nyamuk Aedes Aegypti jantan di laboratorium Oxitec.
Nantinya, nyamuk jantan ini akan kawin dengan betina di alam liar.
Rencananya, metode Oxitec akan melepaskan nyamuk jantan yang telah direkayasa tersebut untuk kawin dengan nyamuk betina liar yang memiliki kemungkinan membawa penyakit malaria. Keturunan mereka akan membawa gen yang bisa membatasi diri dan nyamuk betina akan mati sebelum mereka mampu menggigit manusia, mengingat hanya nyamuk betinalah yang menggigit.
Metode ini disebut akan membantu membatasi penularan malaria karena gen ini dapat diteruskan hingga 10 generasi. Dikabarkan selain dapat mengurangi malaria, dengan gen ini pun dapat mengurangi virus Zika.
"Pengendalian vektor telah memainkan peran penting dalam mengurangi kasus dan kematian akibat malaria selama lima belas tahun terakhir. Nyamuk yang dimodifikasi secara genetik menunjukkan janji dalam mengendalikan penyakit yang ditularkan vektor lainnya, jadi kami berharap untuk mengeksplorasi penggunaan mereka bersama intervensi komplementer untuk malaria," jelas Philip Welkhoff, Direktur Program Malaria di Bill dan Melinda Gates Foundation.
Nyamuk Oxitec dijadwalkan untuk uji coba lapangan pada musim gugur tahun 2020, namun proyek ini telah menuai penolakan salah satunya dari Friends of the Earth karena menurut mereka proyek ini akan berdampak pada keseimbangan ekosistem bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang