Suara.com - Seorang ilmuwan Indonesia Prof. Dr. Eng-Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng meraih BJ Habibie Technology Award 2018. Perempuan itu dinilai hebat lewat penelitiannya mengubah hidrogen menjadi listrik.
Eniya Listiani Dewi merupakan wanita pertama yang berhasil menyabet BJHTA. Dia mengatakan kelangsungan hidup manusia dan keberlanjutan peradaban memerlukan energi, dan banyak negara yang sudah menghapuskan sumber energi konvensional dan beralih ke Energi Baru Terbarukan.
"Saya harap temuan Energi Baru Terbarukan (EBT) saya ini dapat lebih ekonomis. Seperti kita tahu kebijakan EBT 23 persen pada tahun 2025 dan saat ini baru 13 persen, dalam 7 tahun ini upaya apa yang bisa kita lakukan. Pemerintah perlu mendorong inovasi ini, dan dengan dibangunnya pembangkit listrik tenaga EBT merupakan bentuk concern pemerintah,” jelasnya dalam Penganugerahan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2018 di Auditorium Gedung BPPT II, Thamrin (10/7/2018).
Eniya berhasil mengembangkan teknologi Fuel Cell dengan metode electron transfer. Teknologi ini menggunakan bahan baku lokal dan dipasang pada motor juga back up power untuk berbagai peralatan. Proses produksi gas hidrogen telah dikembangkan dari limbah biomassa dengan bahan baku limbah dari industri kepala sawit.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir juga menghimbau para peneliti dan akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dan menghasilkan inovasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Indonesia memiliki lebih dari 5.400 riset yang telah dipublikasikan, jumlah ini terus meningkat per Juli lalu. Saat ini kita telah mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Riset yang bermanfaat adalah riset yang dipublikasikan dan menghasilkan inovasi. Oleh karena itu riset harus kita dorong dan inovasi menjadi output, jangan sampai riset berhenti sampai publikasi saja,” ucapnya.
Sementara itu Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, selaku tokoh pendiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan Indonesia harus fokus membangun sumber daya manusia untuk menciptakan ilmuan-ilmuan muda generasi penerus yang memiliki daya saing tinggi dan inovatif menuju kemandirian bangsa mengembangkan teknologi.
“Apabila kita ingin maju seperti bangsa lain hanya mengandalkan sumber daya alam saja, forget it,” ujarnya.
Kepala BPPT Unggul Priyanto menuturkan bahwa penghargaan BJHTA adalah salah satu upaya BPPT untuk memberikan dorongan timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi kepada pelaku teknologi.
“Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie adalah pemberian penghargaan tertinggi dari BPPT kepada insan pelaku teknologi yang berjasa pada bangsa dan negara memiliki reputasi nasional dalam bidang teknologi dan menghasilkan karya nyata yang memberikan impact pada bidang teknologi yang menghasilkan inovasi," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang