Suara.com - Menurut sekelompok ilmuwan, Mars memiliki akuifer bawah tanah yang sangat besar. Akuifer sendiri adalah lapisan bahwa tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air.
Danau bawah tanah belum pernah dilihat secara langsung, tetapi jika itu hal yang nyata, itu adalah penemuan yang secara substansial meningkatkan kemungkinan bahwa planet merah ini akan menjadi tuan rumah kehidupan selanjutnya.
Para ilmuwan mendeteksi reservoir dengan Mars Express Orbiter, pesawat ruang angkasa Eropa yang mengorbit Mars sejak 2003. Saat memindai tutup es di kutub selatan Mars, instrumen radar probe yang disebut MARSIS mendeteksi struktur sekitar satu mil di bawah permukaan yang lebarnya sekitar 12,4 mil. Struktur ini memiliki tanda radar yang cocok dengan air yang terkubur di Bumi.
Namun, gagasan adanya air di bawah permukaan Mars pasti akan menjadi perdebatan. Temuan ini hanya berdasarkan pada pengukuran radar, yang berarti itu akan sulit untuk dikonfirmasi kecuali para ilmuwan mengirim instrumen yang lebih canggih ke Mars. Tapi jika ada danau di bawah kutub selatan Mars, kemungkinan berarti ada lebih banyak akuifer yang belum terdeteksi.
"Itu akan menjadi sumber air pertama di Mars dan menimbulkan pertanyaan, apakah itu nyata dan apakah ada lebih banyak lagi sumber air di sana?" ungkap Jim Green, ilmuwan kepala NASA, seperti yang dikutip dari The Verge.
Sayangnya, pengukuran radar tidak memberikan indikasi kedalaman yang baik, jadi mereka tidak tahu seberapa dalam danau ini. Temuan ini bisa berupa badan air yang dalam atau bisa juga sejenis lumpur yang dicampur dengan banyak batu kecil.
Dengan menemukan lebih banyak lagi danau-danau tersembunyi seperti ini, terutama di dataran yang lebih rendah dan lebih hangat, dapat mempengaruhi cara para ilmuwan untuk mengirim manusia ke Mars suatu hari nanti. Jika memang ada akuifer di bawah lokasi pendaratan yang bagus, NASA mungkin akan mencoba mendaratkan manusia di sana untuk mengebor tanah dan mencari mikroba.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya