Suara.com - Tepat seperti prakiraan cuaca yang diterbitkan Met Office atau Badan Meteorologi Britania Raya, hari ini serangan gelombang panas atau heatwave mencapai puncaknya di bagian tengah, timur, dan tenggara Inggris.
Kamis (26/07/2018) dan Jumat (27/07/2018) diprediksi mencapai 37 derajat Celcius. Bahkan di beberapa titik sempat menembus angka 38,5 derajat Celcius sekitar tengah hari waktu setempat atau sekitar pukul 18.00 WIB. Tak heran bila pers setempat menjuluki saat-saat ini sebagai Days of Fire.
Fenomena gelombang panas ini akan memicu hujan badai atau thunderstorm di beberapa kawasan. Tetapi bila gelombang panas masih bisa ditahan di angkasa, cuaca bakal terus menembus angka 37 derajat Celcius.
Steve Ramsdale, Chief Meteorologist Met Office menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mengumumkan situasi yellow warning atau peringatan tentang kemungkinan datangnya banjir lokal, petir, serta bulir-bulir es yang mungkin melanda bagian timur Inggris petang nanti, atau sekitar tengah malam menjelang pagi WIB.
Para pengguna jalan raya di seantero negeri, khususnya yang melintasi Great North Road seperti M1, M11, M18, dan A1 diharapkan berjaga-jaga atas kemungkinan turunnya hujan, dan terjadi kondisi banjir lokal di beberapa ruas jalan raya.
Sementara peringatan umum bagi warga setempat adalah larangan memasak barbekyu (BBQ) di taman-taman kota, serta membuang sampah sembarangan karena kondisi terik menyengat bakal memicu kebakaran secara mudah. Peringatan ini dilansir oleh brigade pemadam kebakaran.
Beberapa catatan negatif akibat terjadinya serangan heatwave di Inggris dan sekitarnya yang dirangkum harian Evening Standard adalah:
1. Terjadinya penundaan selama lima jam di Eurotunnel yang menghubungkan Inggris dan Perancis akibat kegagalan unit pendingin (A/C) menjalankan fungsinya.
2. Para penumpang Tube (Underground) di London mengalami kenaikan suhu dramatis saat berada di kereta komuter akibat ketiadaan sistem pendingin.
Baca Juga: Anies - Sandiaga Hadiri Acara Politik GNPF Ulama di Hotel Mewah
3. Panitia konser Goo Goo Dolls di Brixton sempat diprotes akibat sistem pendingin tak banyak membantu menyejukkan area.
4. Para perawat dan pekerja rumah-rumah sakit mengalami pusing dan dehidrasi saat mengurus pasien.
5. Sistem pendingin di gedung-gedung perkantoran, tempat berbelanja, sampai tempat bersantap umumnya tidak mampu mengatasi kondisi terik ekstrem.
6. Bandara Heathrow bersiap ekstra untuk mengatasi kemungkinan serangan panas terhadap calon penumpang serta lokasi sekitar, termasuk landas pacu dari kemungkinan kebakaran. Temperatur permukaan mencapai 35 derajat Celcius.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara