Suara.com - Ini bukan menyitir kalimat abad pertengahan tentang konsep Bumi datar, melainkan merujuk tampilan terbaru Google. Ya, perusahaan informatika satu itu senantiasa memperbarui layanan navigasi yang dimilikinya agar bisa memberikan data terkini kepada penggunanya. Tak terkecuali mengubah tampilan petanya menjadi lebih realistis.
Anda bisa menilik, peta di Google Maps kini tampil dalam bentuk bulat 3D. Padahal sebelumnya, peta di Google Maps ditampilkan dalam bentuk 2D. Rata atau datar, di edisi terdahulu.
Google mengatakan, tampilan peta 3D akan menghasilkan perspektif yang lebih akurat soal Bumi kepada para penggunanya.
Dalam tampilan map sebelumnya, Greenland tampak memiliki luas yang sama dengan Afrika. Padahal kenyataannya, benua itu berdimensi jauh lebih besar dibandingkan pulau yang berada di antara Samudera Atlantik Utara serta Samudera Arktik.
"Dengan tampilan 3D di Google Maps desktop, wilayah Greenland tidak lagi berukuran sama dibandingkan Afrika," tulis Google di akun Twitter resminya.
Untuk saat ini, tampilan 3D peta baru tersedia di Google Maps versi desktop. Sehingga bagi pengguna aplikasi Google Maps masih harus bersabar dahulu.
Sebelum penggantian tampilan ke arah 3D pada map ini, Google menambahkan kemampuan untuk menunjukkan kondisi baterai di Google Maps. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu lagi khawatir saat sedang berbagi lokasi menunjukkan posisi saat real time.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan