Suara.com - Samsung Electronics merilis pelacak SmartThings yang didukung oleh LTE-M (Long-Term Evolution for Machines) untuk membantu pengguna menemukan barang. Lewat jaringan selulernya, pengguna dapat menggunakannya untuk pelacakan lokasi real time dan melacak mulai dari hewan peliharaan, anak-anak, bahkan barang-barang yang terlupakan.
Setelah menekan tombol daya pada pelacak sebanyak dua kali, perangkat akan mengirim lokasi melalui aplikasi SmartThings. Tak hanya itu, terdapat juga opsi untuk mengirim SOS.
Dilansir dari The Verge, pelacak ini kompatibel dengan perangkat Samsung SmartThings lainnya sehingga dapat digunakan bersama dengan produk rumah pintar lainnya seperti lampu, termostat, dan kamera keamanan.
Ide ini mirip dengan pelacak lewat Bluetooth yang dikeluarkan perusahaan seperti Tile dan Chipolo untuk menemukan dompet dan kunci. Namun, pelacak SmartThings mengandalkan koneksi LTE-M sehingga jangkauannya tidak terbatas.
Pelacak Samsung ini dibanderol dengan harga 99 dolar atau sekitar Rp 1,5 juta dengan layanan AT & T termasuk untuk tahun pertama, dan 5 dolar per bulan atau sekitar Rp 74.000 untuk layanan AT & T setelahnya. Dikabarkan pelacak SmartThings akan tersedia di Samsung.com pada 14 September mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut
-
Korupsi Kepala Daerah Sudah Level Darurat, DPR Panggil Kemendagri dan Asosiasi Pemda Besok
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
4 Zodiak Paling Beruntung dan Makmur Sepanjang Agustus 2026, Ada Gemini dan Leo
-
Hutan Bukan untuk Tentara, YLBHI Cemas Pembangunan BTP TNI Picu Kerusakan Alam
-
Changan Nevo Q05 Meluncur di GIIAS 2026 Harga Mulai Rp 300 Jutaan
-
Pasca Ramai Dugaan Diskriminasi Siswa, Disdikpora DIY Wajibkan Sekolah Sediakan Ruang Belajar Agama