Suara.com - Kelompok penelitian terdepan Departemen Pertahanan berencana akan habiskan 2 miliar dolar (Rp 29 triliun) sebagai investasi militer dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk persenjataan Amerika Serikat. Investasi tersebut akan dilakukan selama lima tahun ke depan sebagai upaya baru untuk membuat sistem lebih dipercaya dan diterima oleh komandan militer.
Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memiliki peran utama sebagai pendorong solusi teknologi baru untuk masalah militer. Kepala teknis administrasi Trump telah sangat mendukung menanamkan teknologi AI, sebagai sarana bersaing yang lebih baik dengan pasukan militer Rusia dan Cina.
Meskipun pengubahan pekerjaan analitis militer ke komputer dan algoritma yang dipasang di senjata tersebut masih kontroversial. Google sendiri telah memimpin Proyek Maven, proyek militer dengan teknologi AI terbesar, membantu sistem persenjataan Pentagon menjadi lebih baik dalam mengenali target dan melakukan hal-hal seperti menerbangkan drone dengan lebih efektif.
Walaupun untuk membuat sistem berbasis komputer yang dapat mengambil tindakan untuk mematikan sendiri belum disetujui hingga saat ini. Dilansir dari The Verge, sebuah dokumen Pentagon yang dirilis pada bulan Agustus mengatakan kemajuan teknologi akan segera membuat senjata semacam itu menjadi sebuah kemungkinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Borussia Monchengladbach Kasih Kevin Diks Jabatan Penting
-
Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR
-
Apa Beda Strawberry Skin dan Chicken Skin? Ini Penyebab serta Cara Mengatasinya
-
Bukan Bayaran, Warga Pati Patungan ke Jakarta Demi Suarakan RUU Perampasan Aset di DPR
-
Penulis Sebut The Trauma Code Season 2 Syuting Oktober, Netflix Buka Suara
-
Biar MBR Tak Tercekik! Sewa Rusunawa Diminta Turun dan Tarif Mikrotrans Jangan Naik
-
Dua Rumah di Kompleks TNI AL Pondok Labu Terbakar, Diduga Dipicu Masalah Listrik
-
Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana
-
Beda Flagship vs Flagship Killer, Mana yang Lebih Baik?
-
Langkah United Oil Tingkatkan Standar Layanan Bengkel Melalui Pelatihan Mekanik