Suara.com - Sudah 259 orang tewas saat sedang berswafoto atau selfie di dunia dalam periode Oktober 2011 hingga November 2017, demikian hasil studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Family Medicine and Primary Care edisi Juli-Agustus.
Studi yang digelar para ilmuwan dari All India Institute of Medical Sciences dan Indian Insitute of Technology di Kanpur itu menganalisis kasus-kasus kematian terkait selfie yang dilaporkan oleh media-media berbahasa Inggris.
"Kematian terkait selfie dimaknai sebagai semua kematian yang terjadi ketika seseorang sedang berswa foto atau menjepret selfie," jelas para peneliti seperti dilansir dari Channel News Asia.
Kematian terkait selfie terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dalam studi itu para ilmuwan mencatat ada tiga kematian terkait selfie pada 2011, dua pada 2013, 13 pada 2014, 50 pada 2015, 98 pada 2016, dan 93 kasus pada 2017.
Penyebab kematian terkait selfie itu pun beragam. Tetapi yang paling sering terjadi adalah karena tenggelam, kecelakaan lalu-lintas, dan jatuh dari ketinggian.
Kasus-kasus itu kematian terkait selfie itu banyak terjadi di India, kemudian Rusia, disusul Amerika Serikat, dan Pakistan. Sebagian besar korban - dengan persentase 72,5 persen - berjenis kelamin laki-laki. Hanya 27,5 persen yang perempuan.
Menurut penelitian itu, perbedaan jumlah korban karena lelaki lebih cenderung melakukan aksi yang berisiko ketimbang perempuan.
Berangkat dari temuan itu, para peneliti merekomendasikan adanya "zona dilarang selfie" di kawasan pariwisata yang memiliki area berbahaya seperti di tebing, pegunungan, dan gedung-gedung tinggi.
Berita Terkait
-
Viral karena Nyungsep di Panggung Wisuda: Antara Niat Selfie dan Hilangnya Etika?
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
-
Oppo Find X10 Bocor Bawa Kamera Selfie 100MP Pertama dengan Sensor Persegi di Android
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta