Suara.com - Penggunaan smartphone yang semakin luas, hingga merambah ke konten-konten video, dinilai belum menggerus pasar televisi di Indonesia, demikian dikatakan President Director Sony Indonesia, Kazuteru Makiyama.
"Penjualan tetap naik, malah bertumbuh. Karena arah trennya televisi akan ikut terus," ujar Makiyama usai meluncurkan jajaran televisi terbaru Sony di Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Justru, imbuh Makiyama, tren streaming dan televisi tidaklah bertolak belakang. Dengan kemajuan teknologi, banyak fitur yang ada pada smartphone juga cocok dengan televisi.
"Justru tren ini positif. Saat ini semakin banyak Android yang bagus. Jadi semakin mudah masuk ke Sony," jelas Makiyama.
Berdasarkan Survey Nielsen Indonesia tahun 2017, diketahui bahwa saat ini ada beragam cara yang dilakukan untuk mengakses konten TV atau film.
TV terrestrial dan TV kabel masih menjadi pilihan utama dengan perolehan 77 persen. Namun akses konten video melalui platform digital, seperti YouTube, juga cukup tinggi mencapai 51 persen. Sementara portal TV online (44 persen), TV internet berlangganan seperti Netflix, Iflix, dan Hooq mencapai 28 persen.
Infrastruktur memiliki pengaruh yang penting dalam kemampuan konsumen untuk menonton secara online. Akses internet yang lamban menjadi alasan utama 27 persen pemirsa untuk tidak menonton secara online.
Tetapi masih ada sekitar 24 persen konsumen yang masih memilih televisi konvensional karena belum paham atau kesulitan menggunakan ponsel atau gawai mobile lainnya.
Berita Terkait
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation