Suara.com - Bertepatan dengan ulang tahun Indosat yang ke-51, Indosat Ooredoo dengan tim manajemen baru kembali mencanangkan program transformasi perusahaan. Mengingat Indosat mengalami kerugian pada kuartal satu 2018 akibat registrasi kartu prabayar yang berimbas pada penyusutan pelanggan. Mekanisme yang dijalankan sejak Oktober 2017 lalu itu mengubah model bisnis, dari strategi pemasaran yang mengandalkan "push driven" menjadi "consumer driven".
Kini perusahaan operator seluler itu berfokus pada transformasi People, Process, dan Business.
"Transformasi People menjadi perhatian utama dan utama manajemen baru karena SDM merupakan aset terpenting perusahaan dan menjadi motor penggerak utama bisnis. Kami menyadari bahwa SDM adalah aset terpenting," ucap Irsyad Sahroni, Director and Chief Human Resources Officet Indosat Ooredoo saat temu wartawan di Jakarta, Senin (12/11/2018).
Sebagai Talent Producer bagi industri telekomunikasi Indonesia dan melalui afiliasi dengan Ooredoo Group, Indosat ingin melakukan beberapa program utama untuk pembangunan SDM yang dilakukan secara employee-centered melalui People Development, Leader Development, Reward Strategy, dan Employee Relations. Di mana People Development dan Leadership Development untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang dinamis, sementara Reward Strategy dan Employee Relations untuk memelihara, mengikutsertakan, dan mengembangkan talenta masa depan.
Sahroni menambahkan bahwa pihaknya juga akan berfokus untuk memperbaiki cara pandang karyawan internal. Transformasi ini adalah tantangan tersendiri bagi Indosat karena kualitas dan jumlah jaringan yang kurang kompetitif dibandingkan dengan kompetitor. Alasannya untuk mengedepankan transformasi People terlebih dahulu juga untuk menggerakan bisnis yang telah dicanangkan.
Dengan menemukan bagaimana cara efisien untuk mengubah perusahaan, Sahroni berharap program ini akan menjadi pendukung dan motor penggerak Indosat dalam melakukan berbagai rencana strategi dan target perusahaan ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan