Suara.com - Google merayakan fenomena alam Solstis pada Desember 2018 lewat ilustrasi doodle animasi. Dalam doodle yang didominasi dengan warna biru muda dan putih khas musim dingin itu terlihat karakter menyerupai tetesan air.
Pada awalnya, karakter tersebut mengarahkan tangannya ke atas untuk menggapai kristal salju yang turun, lalu tiba-tiba lapisan es di bawahnya retak dan membentuk lingkaran. Dari dalam lingkaran tersebut muncul karakter es yang membantu tetesan air tersebut menggapai kristal salju.
Tulisan Google sendiri juga senada dengan suasana musim dingin dan memiliki ranting-ranting pohon tertutup salju di sela-sela hurufnya.
Solstis Desember sendiri atau yang dikenal dengan Winter Solstice merupakan peristiwa ketika gerak tahunan Matahari melalui rasi bintang zodiak mencapai titik paling selatan di langit, tepatnya di depan rasi bintang Koprikornus. Saat Solstis Desember terjadi, wilayah-wilayah di belahan Bumi selatan akan mengalami siang hari yang lebih panjang dari biasanya. Sementara itu, wilayah-wilayah di belahan Bumi utara akan mengalami malam hari yang lebih panjang.
Solstis Desember sendiri juga bisa dianggap seperti mengawali musim dingin di belahan utara dan musim panas di belahan selatan. Peristiwa ini terjadi karena poros rotasi Bumi terhadap Matahari tidak tegak lurus, melainkan miring sekitar 23,5 derajat. Kemiringan ini bisa menyebabkan salah satu belahan Bumi lebih condong tersinari Matahari daripada belahan Bumi lainnya.
Fenomena alam ini biasanya terjadi dua kali setahun, yaitu sekali di setiap belahan Bumi. Pada belahan Bumi utara adalah titik balik Matahari bulan Desember dan di belahan Bumi selatan merupakan titik balik Matahari bulan Juni.
Sayangnya, doodle Solstis ini tidak muncul dalam halaman awal di mesin penelusuran wilayah Indonesia. Tapi muncul di Google penelusuran wilayah Rusia, Amerika Serikat dan wilayah Amerika lainnya, Iceland, Spanyol hingga Turki, wilayah Asia seperti Jepang, Taiwan, dan India.
Sumber: Hitekno.com
Baca Juga: Daftar 20 Google Doodle Paling Menarik di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Chipset Redmi Turbo 5 Series Terungkap: Diprediksi Pakai Dimensity 8500 dan 9500e
-
Naoki Yoshida Isyaratkan Adanya Port Final Fantasy 14 untuk Nintendo Switch 2
-
10 HP Android Terkencang Versi AnTuTu Desember 2025: Red Magic dan iQOO Bersaing Ketat
-
5 Rekomendasi Smartwatch Murah Alternatif Apple Watch, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Geser iPhone 17 Pro, Vivo X300 Pro Masuk 3 Besar HP Flagship Kamera Terbaik DxOmark
-
5 Smartwatch Samsung, Garmin hingga Xiaomi Diskon Sampai 40% di Erafone!
-
Oppo Reno 15 Pro Max Debut Global, Pakai Dimensity 8450 dan Kamera 200 MP
-
Bocoran Perdana Motorola Signature Muncul, Stylus Jadi Kejutan di Kelas Flagship
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan yang Layak Dibeli di 2026
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Siap Meluncur di Indonesia, Tablet Rasa PC untuk Produktivitas Tanpa Batas