Suara.com - ZTE Corporation mengumumkan bahwa China Unicom cabang Guangdong dan ZTE, berhasil melakukan panggilan 5G pertama di dunia. Menariknya, panggilan 5G ini dilakukan dengan menggunakan smartphone prototipe 5G ZTE, melalui uji coba lapangan 5G di Shenzhen.
Tes ini juga menyelesaikan verifikasi beragam layanan, seperti panggilan suara grup Wechat, video online, dan penelusuran web.
Ujicoba ini menjadikan China Unicom are Shenzhen menjadi wilayah uji komersial pertama di dunia yang melakukan panggilan pertama dalam mode NSA dan sesuai dengan 3GPP Rel-15.
Dikenal sebagai "Kota Inovasi", Shenzhen adalah salah satu kota percontohan 5G pertama di China Unicom. Shenzhen sepenuhnya memverifikasi kemampuan jaringan peralatan 5G, layanan khusus, roaming dan interkoneksi sebagai meletakkan dasar kuat untuk konstruksi komersial seluruh jaringan 5G.
Tes ini mengadopsi solusi 5G ZTE dari hulu ke hilir, termasuk jaringan akses radio, jaringan inti, jaringan transportasi dan perangkat cerdas, mewujudkan koneksi dengan smartphone prototipe 5G ZTE di lapangan.
Sementara itu, tes ini telah memverifikasi beberapa teknologi kunci 5G seperti Massive MIMO, 5G NR, konektivitas ganda NSA, teknologi transportasi FlexE dan 5G Common Core.
Panggilan pertama dari smartphone prototipe 5G ZTE dalam mode NSA yang dilakukan di China Unicom area Shenzhen telah berhasil. Solusi 5G ZTE telah lulus uji end-to-end dalam tiga bulan setelah rilis 3GPP Rel-15.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?