Suara.com - Seorang miliarder terkenal telah mengeluarkan peringatan tentang ancaman yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI), terutama buatan China.
Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, George Soros mengatakan bahwa China menggunakan AI untuk memaksakan bentuk kontrol sosial dan dystopian pada warganya. Dia mengatakan bahwa Republik Rakyat China adalah negara tempat Xi Jinping menginginkan negara yang hanya memiliki satu partai sebagai pemerintahan tertinggi.
Soros menuduh Xi Jinping menjadi master boneka bayangan yang menarik serangkaian urusan dunia. Di sisi lain, Soros bekerja tanpa lelah untuk mempromosikan ide-ide liberal dan progresif di seluruh dunia.
"Saya ingin menyampaikan bahaya fana yang dihadapi masyarakat terbuka dari instrumen kontrol yang dapat dipelajari pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan di tangan rezim yang represif," katanya.
Dia menambahkan jika China bukan satu-satunya rezim otoriter di dunia tetapi tidak diragukan lagi yang terkaya, terkuat, dan paling berkembang dalam pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan.
Dia memilih "sistem kredit sosial" untuk kritik dan memperingatkan bahwa informasi yang berkembang pesat tentang seseorang akan dikonsolidasikan ke dalam basis data terpusat.
"Berdasarkan data itu, orang akan dievaluasi oleh algoritma yang akan menentukan apakah mereka menimbulkan ancaman bagi negara atau tidak," Soros melanjutkan.
Orang-orang, katanya, akan diperlakukan sebagaimana mestinya.
Klaim Soros kemudian disanggah ditolak oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying yang mengatakan bahwa idenya tidak pantas ditolak.
Baca Juga: Teknologi Kecerdasan Buatan Ini Mampu Deteksi Alzheimer Lebih Cepat
"Kami berharap individu yang relevan dapat mengambil sikap yang benar dan mengambil perspektif jangka panjang untuk melihat perkembangan China secara rasional dan obyektif," katanya. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?