Tekno / Gadget
Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:18 WIB
Jete Opentune. [Jete]
Baca 10 detik
  • Jhonny Thio Doran, CEO JETE dan pendiri Doran Group, memulai bisnis pada 2008 dengan penjualan daring sebagai titik balik penting.
  • Pada 2014, Jhonny mentransformasi bisnis dengan membangun merek teknologi JETE yang fokus pada aksesori gadget terjangkau.
  • Kini JETE memperkuat ritel domestik melalui Doran Gadget serta bersiap ekspansi internasional dengan mendirikan entitas di Shenzhen, China.

Suara.com - Brand teknologi lokal bersiap menapaki panggung global. Di balik ekspansi agresif, berdiri sosok Jhonny Thio Doran, CEO JETE sekaligus pendiri Doran Group.

Perjalanan bisnisnya dimulai pada 2008, saat ia menjajakan jam tangan dan casing ponsel dari toko ke toko. Sebuah kamar kos kecil menjadi gudang sekaligus kantor pertamanya.

Namun Jhonny cepat menyadari, model offline semata tak cukup untuk bertahan. Ia mulai merambah penjualan daring melalui Kaskus, langkah yang menjadi titik balik.

Modal terus diputar, jaringan diperluas, dan pemahaman terhadap perilaku konsumen semakin tajam.

Dari Pedagang ke Pemilik Merek Teknologi

Perubahan besar terjadi pada 2014. Jhonny tak lagi puas menjadi distributor produk orang lain. Ia memutuskan membangun brand sendiri, JETE.

Fokusnya jelas yakni menghadirkan powerbank, perangkat audio, dan aksesori gadget dengan kualitas kompetitif namun tetap terjangkau bagi pasar Indonesia.

Strategi ini menandai transformasi dari sekadar aktivitas perdagangan menjadi pengembangan merek teknologi berbasis kebutuhan konsumen.

“Saya berpandangan membangun brand teknologi bukan hanya soal produk saja. Lebih dari itu, juga tentang membangun sebuah ekosistem bisnis yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dan ekonomi lokal,” ujar Jhonny dalama keterangan resminya, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga: Platform Digital Bikin Kerja Lebih Cerdas dan Produktif

Ia melihat bahwa brand tak bisa berdiri sendiri tanpa ekosistem. Pada 2019, JETE membuka official store pertamanya di WTC Surabaya, memperkuat lini ritel melalui Doran Gadget sebagai unit distribusi dan penjualan langsung.

Model bisnisnya memadukan kanal online, distribusi nasional, dan toko fisik sebagai pusat pengalaman pelanggan. Gerai bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang konsultasi, uji coba produk, hingga layanan purna jual.

Kini jaringan ritel JETE telah menjangkau berbagai kota besar dan mulai membidik kota tier dua serta lokasi strategis seperti bandara dan stasiun.

Di saat yang sama, ekspansi internasional mulai disiapkan lewat entitas bisnis di Shenzhen, China, pusat rantai pasok teknologi global.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa brand lokal tak lagi puas bermain di pasar domestik.

Teknologi, Gaya Hidup, dan Komunitas

Jhonny membaca pergeseran tren, yakni teknologi semakin terintegrasi dengan gaya hidup sehat. JETE pun memperluas lini produk ke kategori wearable dan perangkat olahraga.

Jhonny Thio Doran, CEO JETE. [JETE]

Namun strategi mereka tak berhenti pada produk. Komunitas menjadi fondasi pertumbuhan brand. Lewat berbagai kegiatan olahraga seperti lari, sepeda, dan pilates, JETE membangun interaksi langsung dengan pengguna.

Event tahunan JETE RUN di Surabaya menjadi salah satu wujud nyata pendekatan tersebut.

“Kami terus mendukung hal positif tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi masyarakat dengan produk hingga event lari besar tahunan yang kami selenggarakan yakni JETE RUN di Surabaya,” jelasnya.

Pendekatan ini memperlihatkan strategi diferensiasi yang tak hanya mengandalkan harga atau fitur, tetapi juga kedekatan emosional dengan konsumen.

Ambisi Global Brand Lokal

Dari kamar kos hingga sembilan kantor cabang di berbagai kota Indonesia, perjalanan JETE menunjukkan konsistensi dalam membangun sistem, jaringan distribusi, dan kekuatan merek.

Jhonny memegang prinsip “For Better Day”, keyakinan bahwa bisnis harus membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baginya, ekspansi global bukan sekadar mimpi, melainkan langkah logis berikutnya.

“Ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih luas, ini menjadi bukti bahwa brand lokal Indonesia mampu bersaing dan bertumbuh di panggung global,” tutup Jhonny.

Load More