Suara.com - Belum lama ini salah satu kisah unik dibagikan oleh akun @dramaojol.id pada Kamis (14/2/2019) lalu, ceritanya driver ojol ini jadi serba salah karena dapat customer emosian.
''Bagaimana tanggapan kalian, Gaes?'' tulis @dramaojol.id dalam unggahannya.
Biasanya saat para driver ojol mendapat orderan, ia akan secara otomatis mengirimkan pesan melalui kolom chat pribadi di aplikasi tersebut.
Tindakan ini biasanya dilakukan agar customer tahu bahwa si driver ojol bersedia menerima orderan dan akan segera meluncur ke lokasi penjemputan.
Melakukan tugasnya seperti biasa, si driver ojol ini lalu mengirim pesan pada customer dan memberi tahu bahwa dirinya sudah tiba di lokasi penjemputan.
''Halo saya sudah sampai..'' tulis si driver ojol memberi tahu. Entah tidak sabar atau apa, si driver kembali mengirimkan pesan pada customer tersebut. Singkat, si driver hanya mengirim kata 'P' dalam chat tersebut.
Menunggu sekitar enam menit, si driver ojol lalu kembali mengirim pesan dan bertanya mengenai keberadaan si customer.
Kesal hingga ngegas karena si driver terus bertanya, customer ini malah membalas dengan sedikit emosi begini.
''Emank orang ga perlu jalan ga perlu nunggu lift ya mas. Sabar kalii. Biasa gojek tuh anterin makanan di lobby. Mas di penyeberangan kita yang jalan kesitu nyari kesitu. Masih ga sabaran..'' tulis customer ini.
Baca Juga: Pesan Makanan Via Ojek Online Tak Kunjung Datang, Berujung Kabar Tragis
Bingung dengan reaksi customer ini, driver ojol lalu menjelaskan bahwa dirinya hanya bertanya baik-baik.
''Bu saya nanya baik-baik..'' ungkapnya.
Singkat cerita, si driver ojol ini malah mendapat penilaian buruk dari si customer emosian ini. Si customer menganggap driver ojol ini berbicara tidak pantas kepadanya.
Si driver ojol lalu mendapat notifikasi peringatan dari pihak perusahaan aplikasi ojek online tersebut.
Usai menjadi viral di Instagram, unggahan ini lalu banjir komentar warganet yang mengirimkan pendapatnya mengenai kejadian ini.
''Ribet si penumpangnya, tdk bisa beretika baik dalam berucap'' ungkap warganet pemilik akun @enichaan.
Berita Terkait
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Perkantoran WFH Imbas Demo, Pendapatan Ojol Anjlok
-
Celios Soroti Rencana Ojol Masuk UMKM: Jangan Sampai Perlindungan Sosial Terabaikan
-
DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir
-
Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: HAM Tak Jadi Acuan
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026
-
Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI