Suara.com - Setelah kejadian penembakan di Christchurch, penyedia layanan internet (ISP) di Selandia Baru memblokir akses ke situs web yang tidak menanggapi atau menolak mematuhi permintaan menghapus unggahan ulang video penembakan tersebut.
Menurut Bleeping Computer, situs-situs seperti 4chan, 8chan, LiveLeak, dan situs file-sharing Mega semuanya ditarik oleh ISP seperti Vodafone, Spark, dan Vocus. ISP tampaknya memblokir akses di tingkat DNS (Domain Name System) ke situs yang tidak menanggapi permintaan penghapusan. Sayangnya, tidak ada kejelasan seberapa efektir pemblokiran tersebut.
"Di mana konten tersebut diidentifikasi, situs tersebut akan diblokir sementara dan situs akan mendapatkan pemberitahuan, meminta mereka untuk menghapus konten yang bersangkutan," ucap Meera Kaushik, penasihat komunikasi eksternal untuk Vodaphone, seperti dikutip dari The Verge.
Walau begitu, situs web besar seperti Facebook dan YouTube tampaknya tidak diturunkan oleh ISP, meski pengunggahan ulang video penembakan masih beredar di platform tersebut. Selama akhir pekan, Facebook sendiri mengatakan telah menghapus lebih dari 1,5 juta video.
Platform lain di Selandia Baru seperti Sky New Zealand dan Valve dilaporkan telah menghapus konten seputar tragedi tersebut. Namun, tidak ada keterangan kapan pemblokiran tersebut akan dicabut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP