Suara.com - Sebagai salah satu penyedia jaringan telekomunikasi di Indonesia, Smartfren kini menghadirkan akses internet di Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Akses jaringan Smartfren ini bisa digunakan di sepanjang jalur MRT dan stasiun, khususnya di sepanjang jalur bawah tanah.
Menurut Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren, kehadiran Smartfren di jalur MRT merupakan bentuk layanan unlimited atau tidak terbatas. Ia mengatakan bahwa layanan tersebut sama seperti layanan yang dihadirkan Smartfren yang selalu berusaha untuk menghadirkan unlimited connection bagi para pelanggannya.
"Dengan hadirnya layanan Smartfren, kami yakin bisa memberikan kenyamanan lebih pada para pelanggan selama berada di perjalanan. Misalnya mereka dapat bermain game dengan lancar, streaming video tanpa lagging, hingga browsing, bersosial media dan berkirim pesan melalui sosial messenger yang dimilikinya masing masing, hingga mempersiapkan untuk memesan sarana transportasi online sebelum mereka sampai di stasiun tujuan," ujar Merza Fachys.
Ia menambahkan, "Mudah-mudahan, dengan hadirnya layanan Smartfren di sepanjang jalur MRT ini dapat memberikan manfaat bagi para pengguna MRT khususnya."
Dalam pengujian jaringan yang dilakukan bersama dengan beberapa rekan media, rute yang ditempuh mulai dari stasiun MRT Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Saat memasuki jalur bawah tanah, latensi yang didapat sebesar 25 ms dengan kecepatan download 63,72 Mbps dan kecepatan upload sebesar 4,88 Mbps.
"Kami menggunakan jaringan 4G LTE Advanced milik Smartfren. Sementara itu, untuk teknologinya, kami menggunakan teknologi baru yang disebut dengan Leakage Cable dikarenakan adanya terowongan," jelas Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project Smartfren dalam pernyataannya saat acara uji jaringan di Jakarta, Selasa (9/4/2019).
Sementara itu, proses pengadaan jaringan ini diklaim hanya memakan waktu selama dua hingga tiga bulan. Smartfren memasang sebanyak empat BTS, di mana satu BTS dapat menyediakan 200 MB yang bisa diakses hingga 2.000 user.
Menurut keterangan dari Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren, kini pengguna Smartfren di Jakarta mencapai angka sekitar 5 juta dari total pengguna di Indonesia sekitar 15 juta. Smartfren mentargetkan akhir tahun untuk menambah pengguna hingga 25 sampai 30 juta.
Baca Juga: Mantap Melesat, Patroli Polisi Gagal Tangkap Ninja H2!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Makin Sengit, Honor dan Redmi Bersaing Rilis HP Baterai Jumbo hingga 12.000 mAh
-
Motorola Razr Fold Segera ke Pasar Asia, Bawa RAM 12 GB dan 16 GB
-
6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta
-
Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI
-
Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?
-
7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut
-
Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam
-
Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG
-
Viral Homeless Media Bantah Kolaborasi dengan Bakom RI Qodari: Narasi hingga Indozone Buka Suara
-
Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker