Suara.com - Dengan penjualan Xiaomi yang semakin meroket, pernahkah Anda bertanya mengenai gaji dan pendapatan jajaran eksekutif di perusahaan itu, termasuk untuk jabatan Chief Executive Officer (CEO), dan pendiri Xiaomi, Lei Jun?
Menurut laporan Tech Node yang dikutip pada Kamis (11/4/2019), pendapatan Lei Jun dari Xiaomi sangatlah besar, jika dilihat dari kompensasi yang ia peroleh dari perusahaan pada 2018.
Dalam dokumen perusahaan Xiaomi, tercatat Lei Jun memperoleh paket kompensasi senilai 10 miliar Yuan atau sekitar Rp 21 triliun pada 2018 saja.
Hal ini juga diperjelas oleh juru bicara Xiaomi, yang membenarkan bahwa Lei Jun merupakan "karyawan" dengan gaji terbesar.
Meski begitu, para petinggi Xiaomi lainnya juga mendapat bayaran yang nilainya luar biasa.
Bahkan, total bayaran untuk lima eksekutif Xiaomi mencapai 10,218 miliar Yuan. Jauh lebih besar ketimbang total bayaran mereka tahun sebelumnya yang "cuma" bernilai 196 juta Yuan. Dan pundi-pundi kekayaan jajaran eksekutif juga masih bertambah karena mereka berhak mendapatkan saham perusahaan.
Pada April 2018, Xiaomi mengumumkan bahwa mereka membagikan 64 juta saham kelas B kepada para petinggi perusahaan, dan terpisah dengan saham yang dimiliki Lei Jun.
Apresiasi tinggi dari perusahaan untuk Lei Jun ini juga tidak terlepas dari kontribusi besarnya saat mendirikan dan membangun Xiaomi.
Meski baru berdiri pada 2010, Xiaomi kini sudah masuk posisi lima vendor ponsel terbesar dunia menurut data IDC. Tahun lalu saja, mereka mengalami pertumbuhan penjualan sampai 41,3 persen, meskipun pada kuartal IV 2018 terjadi penurunan sebesar 25 persen.
Baca Juga: Jelang MotoGP Americas 2019, Jorge Lorenzo Yakin Segera Bangkit
Di bawah kendali Lei Jun, Xiaomi kini tak hanya sekadar membuat software dan ponsel saja, namun merambah ke perangkat lain, seperti laptop, TV, rice cooker, hingga bohlam.
Pengembangan produk itu tidak terlepas dari misi Xiaomi yang ingin membentuk ekosistem smart home di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud