Suara.com - Setelah mengungkapkan kemungkinan nama OS untuk ponsel Huawei beberapa minggu lalu, China Global Times mengklaim bahwa Huawei akan memiliki nama sendiri untuk pasar internasional.
Dilansir dari China Global Times via AsiaOne, platform seluler Huawei akan dikenal sebagai 'Oak OS' untuk pasar internasional.
Selain itu, kini Huawei tengah menguji secara intensif platform seluler dan kemungkinan akan diluncurkan pada Agustus dan September mendatang.
Sebelumnya Richard Yu, CEO bisnis konsumen Huawei berbagi dengan CNBC bahwa OS mobile Huawei sudah siap untuk digunakan di ponsel serta tablet di China pada musim gugur tahun ini.
Sementara itu, versi internasional baru siap digunakan di kuartal 1 atau kuartal 2 tahun depan.
Synopsys, pemasok alat desain chip terbesar di dunia telah menghentikan pembaruan desain chip vital untuk Huawei.
Tak hanya itu, Synopsys akan menghentikan program pengembangan chip internal perusahaan dan ambisi 5G.
Baru-baru ini juga aplikasi Media sosial Facebook mematuhi aturan Pemerintah Amerika Serikat untuk tak lagi izinkan aplikasinya berada dalam ponsel terbaru besutan Huawei.
Seperti yang sudah diketahui, Presiden AS Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam Negeri Paman Sam, sehingga vendor asal China mendapatkan kesulitan akses pre instal untuk aplikasi yang berada di bawah naungan Facebook, yaitu WhatsApp, Instagram, dan Facebook itu sendiri.
Baca Juga: Ponsel Terbaru Huawei Tidak Terpasang Aplikasi Facebook?
Artinya, aplikasi bawaan ponsel Huawei terbaru tidak akan langsung terinstal Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Meski begitu, pengguna masih bisa memasangnya dengan mengunduhnya secara manual di Play Store.
Berita Terkait
-
Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian
-
5 HP Terbaru Rilis Agustus 2026, Ada Ponsel Rp3,7 Jutaan dengan Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
5 Rekomendasi HP Rp5 Jutaan: Performa Ngebut, Kamera Jernih, dan Memori Lega
-
Smartwatch Huawei yang Bagus Seri Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik
-
Apple dan Samsung Menguat Saat Qualcomm-MediaTek Tertekan Krisis Memori
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan