Suara.com - Peretas atau hacker akan melakukan segala cara untuk mendapatkan akun orang lain yang ingin ia retas. Cara paling umum digunakan adalah mengetahui kata sandi yang sangat mudah ditebak.
Cara lain yang lebih rumit, biasanya melibatkan phishing, di mana peretas membuat situs web yang meniru situs web dari layanan yang biasa kamu gunakan dan begitu kamu masuk ke layanan palsu tersebut, data kamu dapat dicuri.
Namun kini ternyata peretas tak perlu terlalu berusaha keras untuk masuk ke akun milik kamu.
Hacker atau peretas kini memiliki cara sederhana untuk menemukan atau mencuri kata sandi.
Kamu harus hati-hati! Pasalnya hacker atau peretas kini dapat mengetahui kata sandi atau password kamu hanya dari mendengarkan kamu mengetik.
Studi ini diterbitkan oleh University of Cambridge, Inggris dan Linkoping University di Swedia, tampaknya hacker dan peretas telah menemukan cara bagaimana kamu mengetik, jadi mungkin saja kata sandi dapat diperoleh hanya dengan mendengarkan.
Dilansir dari Ubergizmo, Sistem ini bukanlah yang paling sempurna, karena berdasarkan penelitian, algoritma mereka berhasil menebak 31 dari 50 login 4 digit dalam 10 kali upaya.
Tentu saja kata sandi yang lebih panjang dapat menimbulkan tantangan yang lebih besar karena banyaknya kemungkinan kombinasi, tetapi kenyataan bahwa itu masih dapat ditebak dan perlu diwaspadai.
Penelitian ini menggunakan metode mengetik di smartphone atau tablet mereka.
Baca Juga: Puluhan Data Rahasia NASA Dicuri Hacker dengan Komputer Mungil
Nantinya, para hacker akan mendengarkan gelombang suara yang dibuat dari jari kamu saat menyentuh layar, yang kemudian bergerak ke mikrofon ponsel, hal ini yang memungkinkan algoritma untuk mengetahui kata sandi.
Namun, tentu saja ini tergantung pada peretas atau hacker yang menginfeksi perangkat kamu dengan malware dan mendapatkan akses ke mikrofon perangkat smartphone untuk memulainya.
Tetapi kenyataan bahwa hacker atau peretas dapat meretas akun kamu hanya dari suara mengetik saja, hal itu sedikit menakutkan dan perlu kamu waspadai.
Berita Terkait
-
HP Baru Dicas Berapa Lama? Ini Durasi Ideal dan Cara Merawat Baterainya
-
Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh
-
Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP
-
Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI
-
Bukan Gadget Murahan! 5 HP Mid-Range Ini Bikin Kamu Serasa Pakai Flagship
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan