Performa
Sebelum membahas lebih jauh lagi seputar kedua ponsel, kita fokus pada sensor sidik jari dulu, fitur yang menjadi fokus utama pada komparasi realme X vs Samsung Galaxy A50 ini.
Teknologi in-display fingerprint merupakan sebuah teknologi yang tergolong baru. Oleh karena itu, masing-masing manufaktur masih berkembang.
Jadi, performa yang diberikan masih belum ada standar. Baik Galaxy A50 dan realme X sama-sama mengusung teknologi in-display fingerprint berbasis optik, dengan memanfaatkan panel Super AMOLED FHD+.
Namun, saat dicoba secara langsung harus dikatakan bahwa realme X menang telak. Selain cepat, sensor juga akurat dalam mendeteksi sidik jari meski posisinya tidak sepenuhnya pas.
Berbeda dengan Galaxy A50 yang sensornya agak lamban dan kerap gagal membaca sidik jari. Di luar performa, sensor in-display fingerprint realme juga dilengkapi dengan animasi, yang tidak dimiliki oleh Galaxy A50.
Beranjak ke urusan dapur pacu, realme X mempercayakan kinerjanya pada prosesor Qualcomm Snapdragon 710 dan GPU Adreno 616. Di kubu lawan, Galaxy A50 menggunakan chipset Exynos 9610 dan Mali-G72 MP3 yang di atas kertas merupakan chipset seri lawas, meskipun kedua prosesor dibangun dalam arsitektur 10 nm.
Untuk kapasitas RAM dan ROM, varian tertinggi realme X dibekali kapasitas 8 GB+128 GB, dan Galaxy A50 dengan kapasitas 6GB+128GB. Meski RAM lebih besar, sayangnya realme X tidak mendukung penggunaan kartu memori.
Saat diuji menggunakan aplikasi benchmark, performa realme X terlihat jauh melampaui skor Galaxy A50.
Baca Juga: Adu Spesifikasi Kamera realme X vs Vivo V15
Kamera
Realme X memiliki kamera belakang 48 MP + 5 MP, sedangkan A50 lebih unggul dengan keberadaan kamera ketiga yang berfungsi untuk penangkapan lebar (25 MP + 8 MP ultrawide + 5 MP).
Urusan selfie, realme X menggunakan kamera pop-up 16 MP, sedangkan Galaxy A50 lebih besar dengan 25 MP. Kamera utama realme X dan A50 sama-sama memiliki bukaan lensa f/1.7, di mana harusnya keduanya jago dalam penangkapan di lingkungan redup atau di malam hari.
Jika dilihat dari hasilnya, untuk urusan malam hari realme X tampil lebih baik karena ada olahan software yang ikut campur. Menggunakan mode khusus bernama Nightscape, hasil foto terlihat lebih detail, terang, dan menarik mata ketimbang hasil foto malam hari A50.
Pemotretan di siang hari, keduanya mampu berikan hasil yang bagus. Membedakan adalah di karakter warna yang disajikan. Realme X memilih untuk menyajikan karakter warna yang lebih hidup. Di sisi lain, Galaxy A50 memilih untuk menyajikan foto yang lebih dingin atau kebiruan.
Baterai
Smartphone kelas menengah biasanya unggul di sektor baterai, begitupun dengan kedua ponsel. Jika bicara kapasitas, realme X kalah dari Galaxy A50.
realme X memiliki baterai berkapasitas 3.765 mAh dan A50 memiliki baterai berkapasitas 4.000 mAh. Keduanya juga sama-sama telah diberikan teknologi fast charging, hanya saja realme X lebih unggul dengan VOOC Flash Charge 3.0 20W dibanding Adaptive Fast Charging 15W Samsung.
USB Type-C juga sudah dipilih keduanya, bentukan port masa depan yang memberi kemudahan ketika mencolok kabel karena bisa bolak-balik.
Kesimpulan
Berdasarkan poin-poin perbandingan di atas, realme X berhak keluar sebagai pemenang dalam duel ini.
Memang, hingga berita ini diturunkan, belum diketahui harga pasti realme X. Namun, sumber internal realme mengatakan bahwa ponsel ini nantinya akan dipasarkan di kisaraan Rp 4 jutaan.
Beragam keunggulan yang tersaji, realme X lebih layak dipilih jika sedang mencari ponsel kelas menengah dengan teknologi terkini, meskipun image brand-nya masih kalah jika dibandingkan dengan Samsung.
Pilihan kembali ke masing-masing preferensi. Apakah ingin mengutamakan brand yang sudah lama berkeliaran di dunia ponsel atau brand baru yang bisa memikat hati dengan kualitas, performa, dan harga yang ditawarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation