Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan bahwa konstruksi proyek Palapa Ring Timur akan rampung pada Agustus. Dengan demikian proyek pembentangan kabel serat optik sepanjang Nusantara akan segera rampung setelah beberapa kali molor dari target.
"Konstruksinya selesai bulan Agustus ini, saya dikasih tahu," terang Rudiantara di Jakarta, Senin (12/8/2019).
Rudiantara mengatakan pembangunan Palapa Ring Timur, yang mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua memang lebih menantang karena medannya yang lebih berat.
"Dari 52, ada 28 lokasi yang tidak ada jalannya (jalan raya) sama sekali. Ke sananya harus pakai helikopter, termasuk air untuk mengaduk semen pun dibawa pakai galon, diangkut pakai helikopter. Nah, itu yang lama," sambung Menkominfo.
Rudiantara mengakui bahwa medan di Indonesia Timur memaksa pemerintah sedikit keteteran untuk menggelar internet cepat di lokasi tersebut.
"Makanya kan sudah mungkin dua bulan statusnya progress 98% ke 99%. Itu kan kayaknya lama, ya karena itu," lanjutnya.
Rencananya, setelah pembangunan infrastruktur tulang punggung serat optik di Palapa Ring Paket Timur, Rudiantara menegaskan bahwa Kominfo memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk menyetabilkan sekaligus mengintegrasikan dengan Palapa Ring Paket Barat dan Palapa Ring Paket Tengah, sebelum akhirnya bisa dirilis secara komersial.
"Di aturannya setelah konstruksi selesai itu memerlukan waktu 28 hari untuk stabilisasi dan integritasi. Misalkan di Papua, katakanlah di Puncak Jaya itu yang menjadi backbonenya terhubung dengan Natuna dan Anambas. Itu kan harus dikonfigurasi, harus dites. Tes itu kan juga memerlukan stabilisasi, integritasi tadi saya sampaikan kemudian stabilisasi itu waktunya 28 hari," tutup dia.
Pekan lalu Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), badan di bawah Kominfo yang bertanggung jawab atas pembangunan Palapa Ring, mengatakan proyek tersebut akan selesai dikerjakan pada September mendatang.
Baca Juga: Proyek Palapa Ring Ditargetkan Rampung September
Direktur Utama Anang Achmad Latif mengatakan bahwa pembangunan Palapa Ring Timur hanya menyisakan di Provinsi Papua.
"Target kami September 2019 ini semua jaringan selesai dibangun sehingga dapat menunjukkan masyarakat di Papua dapat menikmati layanan broadband," jelas Anang.
Adapun proyek Palapa Ring Barat telah selesai digelar pada Maret 2018, sementara Palapa Ring Tengah selesai dibangun pada Desember 2018.
Berita Terkait
-
Cara BAKTI Kominfo Wujudkan Kecepatan Internet Indonesia Tembus 100 Mbps
-
Mengenal Tol Langit, Proyek Infrastruktur Telekomunikasi Garapan Kominfo
-
Sinergi Palapa Timur Telematika dan Google-Telkomsel Jaga Palapa Ring Timur
-
Palapa Ring Integrasi Membentang 12.261 Km, Percepat Transformasi Digital
-
Kemenkominfo Mulai Sosialisasi Pembangunan Palapa Ring Integrasi
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular