Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI menargetkan pembangunan Palapa Ring di wilayah timur Indonesia dapat diselesaikan pada September 2019.
Saat ini hanya Palapa Ring Timur yang belum rampung dibangun. Palapa Ring Barat telah selesai digelar pada Maret 2018, sementara Palapa Ring Tengah selesai dibangun pada Desember 2018.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Achmad Latif kepada Antara di Jayapura, Kamis (8/8/2019), mengatakan bahwa saat ini pembangunan Palapa Ring Timur hanya menyisakan di Provinsi Papua.
"Target kami September 2019 ini semua jaringan selesai dibangun sehingga dapat menunjukkan masyarakat di Papua dapat menikmati layanan broadband," kata Anang.
Menurut Anang, layanan broadband ini dapat dinikmati masyarakat di Provinsi Papua pada fasilitas sekolah, puskesmas, kantor-kantor desa dan lain sebagainya.
"Dalam empat tahun terakhir, kami fokus bagaimana mengembangkan Papua, Nusa Tenggara dan Maluku yang memiliki kemiripan dengan negara-negara Pasifik," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya tengah menghubungkan semua kota khususnya di wilayah timur Indonesia melalui pembangunan jaringan broadband atau pita lebar yang disebut Palapa Ring ini.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan proyek Palapa Ring Timur menjangkau 35 kabupaten/kota yang tersebar di empat provinsi Indonesia: Papua, Papua Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
Proyek Palapa Ring Timur dibangun dengan menghabiskan kabel serat optik sepanjang 8.454 kilo meter dengan nilai proyek mencapai Rp 5,1 triliun.
Baca Juga: Kominfo Optimistis Infrastruktur Palapa Ring Rampung Sebelum 17 Agustus
Proyek Palapa Ring sebelumnya ditargetkan rampung pada pertengahan 2019. Tetapi hingga Agustus tahun ini, proyek tersebut masih terkendala di wilayah Timur.
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
-
Wamen Nezar Patria Sebut Pentingnya Digitalisasi buat Pengembangan Wilayah, Kenapa?
-
Tuntutan Berat untuk Eks Pegawai Kominfo: Denda Miliaran dan Penjara hingga 9 Tahun di Depan Mata
-
Diperiksa di Bui, Plate Lempar Tanggung Jawab Proyek PDNS ke Bawahan yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED