Suara.com - Cache merupakan tempat penyimpanan sementara perangkat yang menyimpan tipe data tertentu. Tujuannya adalah untuk mempercepat dan memperlancar perangkat beroperasi serta mengurangi berapa banyak data yang diproses dan dikonsumsi.
Cache sangat berpengaruh ada kecepatan perangkat, baik dalam membuka aplikasi ataupun mengakses situs web. Jika data cache menumpuk, biasanya kecepatan perangkat akan menurun.
Dilansir dari TechRadar, berikut ini cara menghapus cache di Chrome dan Firefox:
1. Google Chrome
Menu Pengaturan berada di menu Chrome yang berada di sebelah bilah alamat di sudut kanan atas layar. Setelah mengklik Pengaturan, tab baru akan terbuka di dalam browser, menampilkan semua opsi yang dapat pengguna atur.
Langkah kedua: Pilih menu Tampilkan Pengaturan Lanjutan
Setelah memilih menu Tampilkan Pengaturan Lanjutan, ada beberapa opsi baru yang akan terbuka di bagian bawah tab ini. Pengguna cukup pilih menu Privasi.
Langkah Ketiga: Pilih menu Pengaturan Konten untuk membuka jendela baru.
Ini memberi pengguna beberapa fleksibilitas dalam cara memoderasi atau menghapus cache di browser Chrome. Pengguna dapat memilih untuk menyimpan data yang disimpan sampai memutuskan untuk menghapusnya nanti secara manual, atau meminta Chrome secara otomatis menghapus semuanya.
Langkah keempat: Keluar dari menu Pengaturan
Baca Juga: Mantap, Google Naikkan Hadiah Bagi Pemburu Celah Keamanan Chrome!
Konten dan jelajahi opsi di sebelahnya, Hapus Data Penelusuran. Hal ini dilakukan untuk membersihkan data yang disimpan browser dengan eksistensi.
Langkah kelima: Pengguna dapat memilih cookie mana yang masih ingin pengguna simpan secara manual dan yang ingin dihapus.
2. Firefox
Langkah pertama: Buka menu Preferensi dengan klik tombol menu yang berada di sebelah bilah alamat web.
Langkah kedua: Setelah menu Preferensi muncul, klik ke burlesque mask.
Langkah ketiga: Beralih dari Remember history ke Use custom settings for history.
Pengguna dapat menyesuaikan berbagai pengaturan terkait cache. Beberapa opsi baru akan terbuka, memberi pengguna kontrol yang lebih baik atas cache yang tersimpan di sistem.
Langkah keempat: Pilih kotak Browsing & Download History, Active Logins, Form & Search History, Cookies, dan Cache.
Langkah kelima: Dalam menu Privasi, klik tombol Pengaturan. Ini akan membuka lebih banyak opsi yang memungkinkan pengguna memahami tingkat mikro pada data.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian