Suara.com - Topik terkait Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjadi perbincangan hangat. Disebutkan bahwa KPAI menolak diadakannya audisi PB Djarum karena menampilkan brand image produk tembakau.
Merasa kecewa dengan pendapat KPAI, warganet pun ramai membuat tagar #BubarkanKPAI hingga menduduki peringkat pertama Trending Topic Twitter Indonesia. Pantauan Suara.com, tagar #BubarkanKPAI ini kini telah dicuitkan sebanyak lebih dari 30 ribu tweet.
Sebelumnya, KPAI menjelaskan bahwa PB Djarum telah melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012. Disebutkan dalam PP Nomor 109 Tahun 2012 Pasal 36 dan 37 telah melarang perusahaan rokok dalam menyelenggarakan kegiatan yang menampilkan logo, merek, atau brand image produk tembakau. Tak hanya itu, warganet pun menilai bahwa KPAI telah mematikan bibit bulutangkis Indonesia.
Buntut dari permasalahan ini membuat PB Djarum memutuskan untuk menghentikan audisi tersebut pada 2020 mendatang. Karena tidak terima dan menyayangkan hal tersebut terjadi, warganet pun mencuitkan kekecewaannya lewat tagar #BubarkanKPAI.
"Sangat kejam tudingan "Eksploitasi Anak" oleh KPAI. Sudah 50 tahun #PBDjarum membina dan mencetak para juara untuk bulu tangkis Indonesia mulai dari 'King' hingga 'Kevin' dan paa juniornya #BubarkanKPAI #BubarkanLenteraAnak #PBDjarumJanganPamit #PerjalananEmasBuluTangkis," cuit akun @BiLLRaY2019.
"Terima kasih @KPAI_official atas keputusannya telah mengubur tekad dan semangat juang anak-anak Indonesia yang ingin menjadi pemain badminton profesional. Dan sudah meredupkan prestasi badminton Indonesia yang selama ini dilakukan @PBDjarum #BubarkanKPAI," tulis @AriestaRiico.
"PB Djarum jangan pamit. Bubarkan saja KPAI," komentar @reputationabdus.
"50 tahun sudah PB Djarum berkontribusi untuk negeri di bidang bulu tangkis. Entah sudah berapa banyak atlet jebolan dari PB Djarum yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Tapi kini PB Djarum dituduh mengeksploitasi anak oleh KPAI #BubarkanKPAI," tambah @yusuf_dumdum.
Di sisi lain, sebagian besar warganet pun berpendapat serupa dengan KPAI dan mencuitkan pendapatnya lewat tagar #KamiBersamaKPAI. Tagar itu sendiri kini telah dicuitkan sebanyak 2.649 tweet. Mereka menilai bahwa seharusnya PB Djarum patuh dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang telah ditetapkan.
Baca Juga: KPAI Sempat Gembok Akun Instagram, Nggak Kuat Dihujat Warganet?
"Djarum bukan berhadapan dengan KPAI, tapi berhadapan dengan UU No 35 Tahun 2014 dan PP No 109 Tahun 2012. Jika audisi itu diteruskan, sama saja dengan menabrak UU Perlindungan Anak 'bahwa perusahaan rokok dalam menyelenggarakan kegiatan dilarang menampilkan logo, merek, atau brand image produk tembakau' #KamiBersamaKPAI," cuit akun @MUA_HITS.
"Demi audisi bulu tangkis, mau bubarin KPAI. Lu rela perlindungan terhadap kejahatan seksual, kekerasan, eksploitasi anak dihapus? Mikir bro! #KamiBersamaKPAI," komentar @jundiwarrior.
"Mari gunakan akal sehat untuk memilah isu dengan jernih. Kami setuju audisi bulu tangkis atau bidang olahraga apapun oleh siapapun namun dengan kondisi-kondisi tertentu. Kami menolak anak-anak menjadi 'display berjalan' promosi industri rokok. Maka, #KamiBersamaKPAI," tambah @nephilaxmus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan