Suara.com - Akun Instagram Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sempat digembok, setelah makian warganet datang bertubi-tubi.
Politikus PSI Dedek Prayudi pun mempertanyakan menyampaikan kritiknya untuk KPAI.
Ia mengunggah tangkapan layar bukti bahwa akun tersebut dibuat privat ke Twitter, Minggu (8/9/2019).
"Wait, what...? KPAI akun IG-nya digembok? Public office sekelas komisi IG-nya digembok? Seriously?" cuit @Uki23.
Pada foto yang ia tampilkan, unggahan KPAI tak bisa langsung dilihat oleh pengguna Instagram yang bukan followers-nya.
Terdapat pemberitahuan bahwa untuk melihat unggahannya, pengguna harus mengikuti akun itu terlebih dahulu.
"Government Office sekelas komisi adalah lembaga negara independen. Komisi memberikan pelayanan langsung kepada publik. Tapi komisi ini IG-nya digembok dari publik," imbuh Dedek Prayudi.
Namun, menurut pantauan SUARA.com, Senin (9/9/2019) pagi, akun Instagram KPAI telah dibuka kembali, dengan angka followers sekitar dua ribu lebih banyak daripada ketika dikunci.
Sementara itu, jumlah unggahannya masih sama, yaitu 253, dengan unggahan terakhir dari Jumat (6/9/2019).
Baca Juga: Abaikan Provokasi, Jubir PSI Tegaskan Dukungan untuk Papua
Serbuan komentar pedas di akun KPAI mulai muncul sejak Sabtu (7/9/2019), setelah PB Djarum mengumumkan, Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2019 akan menjadi yang terakhir.
Keputusan tersebut diduga kuat dipicu oleh polemik yang bermula pada Februari lalu, saat sekelompok penggiat pemerhati anak menuding salah satu perusahaan rokok Tanah Air melakukan eksploitasi ribuan anak-anak Indonesia, lewat brand image di kaus peserta proses audisi beasiswa bulu tangkis.
Lalu pada Agustus, KPAI dan sejumlah kementerian serta LSM terkait menyelenggarakan rapat koordinasi mengenai dugaan ekploitasi terselubung pada anak.
Salah satu hasil pertemuan itu menyebutkan, "Sepakat mendesak Djarum Foundation untuk sesegara mungkin menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi brand image Djarum."
Begitu PB Djarum 'pamit', warganet langsung menyuarakan dukungan untuknya dan menyerang akun KPAI serta Yayasan Lentera Anak.
Berita Terkait
-
KPAI Soal Audisi PB Djarum : Tidak Benar KPAI Tidak Mau Ambil Jalan Tengah
-
5 Berita Sport Terhits: PBSI Sebut Bulutangkis Indonesia Tengah Diobok-obok
-
Felix Siauw Damai dengan Kakak Setelah Masuk Islam dan 4 Berita Hit Lainnya
-
Tepis Unsur Eksploitasi Anak, Imam Nahrawi Minta Audisi PB Djarum Lanjut
-
PB Djarum Pamit Hentikan Audisi, Akun KPAI Diserang Warganet
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno