News / Nasional
Senin, 09 September 2019 | 10:49 WIB
Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Akun Instagram Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sempat digembok, setelah makian warganet datang bertubi-tubi.

Politikus PSI Dedek Prayudi pun mempertanyakan menyampaikan kritiknya untuk KPAI.

Ia mengunggah tangkapan layar bukti bahwa akun tersebut dibuat privat ke Twitter, Minggu (8/9/2019).

"Wait, what...? KPAI akun IG-nya digembok? Public office sekelas komisi IG-nya digembok? Seriously?" cuit @Uki23.

Pada foto yang ia tampilkan, unggahan KPAI tak bisa langsung dilihat oleh pengguna Instagram yang bukan followers-nya.

Terdapat pemberitahuan bahwa untuk melihat unggahannya, pengguna harus mengikuti akun itu terlebih dahulu.

"Government Office sekelas komisi adalah lembaga negara independen. Komisi memberikan pelayanan langsung kepada publik. Tapi komisi ini IG-nya digembok dari publik," imbuh Dedek Prayudi.

Cuitan Dedek Prayudi - (Twitter/@Uki23)

Namun, menurut pantauan SUARA.com, Senin (9/9/2019) pagi, akun Instagram KPAI telah dibuka kembali, dengan angka followers sekitar dua ribu lebih banyak daripada ketika dikunci.

Sementara itu, jumlah unggahannya masih sama, yaitu 253, dengan unggahan terakhir dari Jumat (6/9/2019).

Baca Juga: Abaikan Provokasi, Jubir PSI Tegaskan Dukungan untuk Papua

Serbuan komentar pedas di akun KPAI mulai muncul sejak Sabtu (7/9/2019), setelah PB Djarum mengumumkan, Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2019 akan menjadi yang terakhir.

Keputusan tersebut diduga kuat dipicu oleh polemik yang bermula pada Februari lalu, saat sekelompok penggiat pemerhati anak menuding salah satu perusahaan rokok Tanah Air melakukan eksploitasi ribuan anak-anak Indonesia, lewat brand image di kaus peserta proses audisi beasiswa bulu tangkis.

Lalu pada Agustus, KPAI dan sejumlah kementerian serta LSM terkait menyelenggarakan rapat koordinasi mengenai dugaan ekploitasi terselubung pada anak.

Salah satu hasil pertemuan itu menyebutkan, "Sepakat mendesak Djarum Foundation untuk sesegara mungkin menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi brand image Djarum."

Begitu PB Djarum 'pamit', warganet langsung menyuarakan dukungan untuknya dan menyerang akun KPAI serta Yayasan Lentera Anak.

Load More