Suara.com - Amerika Serikat membuka proses pemungutan suara online melalui smartphone bagi disabilitas untuk pertama kalinya. Teknologi yang digunakan adalah blockchain.
Pemerintah melihat ini sebagai cara untuk meningkatkan akses ke pemungutan suara di beberapa daerah.
Sebagaimana dilansir laman Make Tech Easier, sistem pemungutan suara ini tercipta atas kolaborasi antara perusahaan teknologi Voatz, Tusk Philanthropies, dan National Cybersecurity Center.
Tahun ini, salah satu negara bagian AS Utah menggunakan teknologi tersebut dalam pemilihan umum kotamadya.
Meski begitu, metode pemilihan elektronik masih menimbulkan tanda tanya besar atas sistem keamanan di dalamnya. Surat suara kertas hingga saat ini masih dipandang sebagai metode pemungutan suara yang lebih aman.
"Negara harus menolak dorongan untuk pemungutan suara online. Belum ada sistem pemungutan suara online yang dapat dipastikan keamanannya," tulis Senate Intelligence Committee dalam sebuah laporan.
Di sisi lain, pihak yang mendukung pemungutan suara elektronik ini mengatakan akan sulit menghentikan kemajuan teknologi. Sebenarnya, tidak ada sistem pemungutan suara yang sempurna. Pemungutan suara online mungkin sangat nyaman, tetapi kemungkinan adanya campur tangan terlalu tinggi.
Berita Terkait
-
Game Blockchain Evolution Land Kini Tersedia di HPB Wallet
-
Batam Siap Jadi Kota Wisata Medis Pertama Berbasis Blockchain di Indonesia
-
Token AK12 Dipromosikan Jelang Perilisan Platform Digital Marketing AK12
-
Industri Kesehatan Berbasis Blockchain Hadir di Indonesia, Ini Kelebihannya
-
Vexanium Punya Jaringan Blockchain Mandiri, Bisa Buat Voting Pemilu
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering
-
Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak
-
Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam