Suara.com - Amerika Serikat membuka proses pemungutan suara online melalui smartphone bagi disabilitas untuk pertama kalinya. Teknologi yang digunakan adalah blockchain.
Pemerintah melihat ini sebagai cara untuk meningkatkan akses ke pemungutan suara di beberapa daerah.
Sebagaimana dilansir laman Make Tech Easier, sistem pemungutan suara ini tercipta atas kolaborasi antara perusahaan teknologi Voatz, Tusk Philanthropies, dan National Cybersecurity Center.
Tahun ini, salah satu negara bagian AS Utah menggunakan teknologi tersebut dalam pemilihan umum kotamadya.
Meski begitu, metode pemilihan elektronik masih menimbulkan tanda tanya besar atas sistem keamanan di dalamnya. Surat suara kertas hingga saat ini masih dipandang sebagai metode pemungutan suara yang lebih aman.
"Negara harus menolak dorongan untuk pemungutan suara online. Belum ada sistem pemungutan suara online yang dapat dipastikan keamanannya," tulis Senate Intelligence Committee dalam sebuah laporan.
Di sisi lain, pihak yang mendukung pemungutan suara elektronik ini mengatakan akan sulit menghentikan kemajuan teknologi. Sebenarnya, tidak ada sistem pemungutan suara yang sempurna. Pemungutan suara online mungkin sangat nyaman, tetapi kemungkinan adanya campur tangan terlalu tinggi.
Berita Terkait
-
Game Blockchain Evolution Land Kini Tersedia di HPB Wallet
-
Batam Siap Jadi Kota Wisata Medis Pertama Berbasis Blockchain di Indonesia
-
Token AK12 Dipromosikan Jelang Perilisan Platform Digital Marketing AK12
-
Industri Kesehatan Berbasis Blockchain Hadir di Indonesia, Ini Kelebihannya
-
Vexanium Punya Jaringan Blockchain Mandiri, Bisa Buat Voting Pemilu
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Arc Raiders Tembus 12 Juta Pemain, Developer Bagikan Item Game Gratis
-
33 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Januari: Sikat Paket 113-115 dan 15.000 Gems
-
Terpopuler: Realme Suguhkan HP Berkamera Superior, Ponsel GPS Akurat dan Tahan Banting untuk Ojol
-
68 Kode Redeem FF Terbaru 14 Januari: Ada Bundle Gojo, Parang Kento, dan Morse Gratis
-
Acer Gebrak Pasar dengan Aspire AI Copilot+ PC, Tipis tapi Bertenaga Monster!
-
Mudah, Begini Cara Berhenti Langganan Canva Terupdate 2026
-
Gameplay Resident Evil Requiem Bakal Muncul di RE Showcase Sebentar Lagi
-
Ancaman Siber Naik Level, ITSEC dan ADIGSI Bentuk Gerakan Nasional
-
Jadwal M7 Mobile Legends Swiss Stage Terbaru: ONIC Main Jam Berapa? Punya 1 Nyawa
-
Fitur Kamera Realme Neo 8 Terungkap: Dukung Zoom 120X dengan Desain Gaming