Suara.com - Para ilmuwan berhasil menemukan fosil es di meteorit purba yang dapat mengungkapkan seperti apa tata surya pada miliaran tahun yang lalu.
Fosil es tersebut ditemukan dalam meteorit bernama Acfer 094 yang berumur 4,6 miliar tahun dan mendapat di gurun Sahara, Aljazair, pada 1990.
Meteorit Acfer 094 sendiri merupakan sisa bebatuan nebula Matahari atau awan gas yang menurut sebagian ilmuwan terkondensasi ke benda-benda di tata surya dan jatuh ke Bumi.
Fosil es itu disebut sebagai salah satu materi dalam model pembentukan tata surya. Dikenal sebagai ultra-porous lithology, fosil es tersebut berbentuk seperti debu-debu es yang mengembang.
Seperti yang diketahui bahwa pembentukan planet juga mengandung es. Ketika planet tersebut terbentuk dan memanas, es akan mulai luluh dan rekistalisasi.
Temuan ini sangat meningkatkan pemahaman para ilmuwan tentang bagaimana bahan-bahan seperti es datang untuk membentuk objek-objek di tata surya.
Dengan menggunakan model yang mensimulasikan bagaimana Acfer 094 terbentuk, para ilmuwan mengungkapkan bahwa partikel-partikel es dan debu halus berkumpul bersama dalam benda-benda langit yang lebih besar dan bermigrasi ke Matahari. Ketika benda tersebut bergerak ke arah Matahari, es ini mulai mencair dan meninggalkan fosil-fosil es di dalamnya.
Dilansir laman Space.com, penelitian ini telah diterbitkan secara publik dalam jurnal Science Advances pada 20 November.
Baca Juga: Pra Tes Bulan Es Milik Jupiter, NASA Kirim Robot Penyelam
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan