Liberty Jemadu
Selasa, 03 Desember 2019 | 07:15 WIB
Ilustrasi aplikasi YouTube pada ponsel pintar dan komputer tablet (Shutterstock).

Suara.com - CEO Youtube, Susan Wojcicki, mengaku ia melarang anak-anaknya sendiri yang masih belia untuk menonton video di aplikasi video buatan Google tersebut. Pengakuan itu disampaikan Wojcicki saat diwawancarai oleh CBS akhir pekan kemarin.

Wojcicki mengatakan ia hanya mengizinkan putera-puterinya menonton video di aplikasi Youtube Kids, yang memang dirancang khusus untuk anak-anak. Itu pun, waktu menonton ia batasi.

"Saya mengizinkan anak-anak saya yang masih kecil untuk menggunakan Youtube Kids tetapi saya membatasi waktunya," kata Wojcicki seperti dilansir dari CNBC.

"Menurut saya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus," lanjut dia.

Youtube Kids merupakan aplikasi yang dirancang untuk anak-anak berusia di bahwa 13 tahun. Aplikasi itu berisi kumpulan video dan iklan ramah anak.

Meski diklaim ramah anak, Youtube Kids sempat memicu kontroversi karena beberapa videonya masih menayangkan konten-konten kekerasan. Google sendiri akhirnya menyediakan beberapa fitur agar aplikasi itu bisa dikendalikan enuh oleh orang tua.

Aplikasi Youtube sendiri juga bermasalah. Awal tahun 2019, Youtube mematikan fitur komentar pada puluhan juta video yang menampilkan anak-anak karena konten-konten tersebut diketahui dimanfaatkan oleh para paedofilia.

Pada September pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan denda sebesar 170 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,4 triliun atas Youtube, karena diduga mengumpulkan data pribadi anak-anak tanpa persetujuan atau izin dari orang tua mereka.