Suara.com - Perusahaan raksasa elektronik Jepang, Sharp akan menggunakan pabrik TV untuk memproduksi masker bedah, di tengah wabah Virus Corona.
Sebelumnya, perusahaan induknya, Foxconn, telah melakukan hal yang sama di China untuk memasok pekerjanya sendiri saat mereka membuat bagian-bagian iPhone.
Ruangan dengan tingkat kebersihan tinggi Sharp di Jepang diklaim akan menghasilkan 150.000 masker sehari dalam beberapa minggu, laporan media Jepang, sebagaimana dilansir laman BBC.
Langkah ini dilakukan Sharp karena persediaan masker bedah di negara itu yang jumlahnya kian menipis.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa masker bedah tidak banyak melindungi terhadap infeksi yang ditularkan melalui udara.
Lembaga kesehatan Inggris mengungkapkan bahwa sementara masker berguna untuk staf medis di rumah sakit.
Sebetulnya, keberadaan masker tidak menjadi hal yang aneh bagi penduduk Jepang, terutama selama musim dingin.
Namun, wabah Covid-19 telah menyebabkan permintaan masker yang jauh lebih tinggi, yang dilihat dari banyak toko kehabisan stok.
Lini produksi Sharp di Mie, sebelah timur Osaka, biasanya membuat panel layar LCD untuk bisnis televisinya, kini beralih fungsi dengan mempoduksi hingga 500.000 masker per hari.
Baca Juga: Tagar #KamiTidakTakutVirusCorona Bergema di Twitter
Pemerintah Jepang telah menyerukan agar produsen lebih banyak membuat masker dengan segera. Hal ini sejalan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe yang menjanjikan bahwa 600 juta masker akan tersedia setiap bulan.
Itu jauh lebih banyak dari yang biasanya dibuat oleh pabrik-pabrik Jepang.
Foxconn, yang secara resmi dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co Ltd, sudah mengumumkan akan membuat maskernya sendiri di China, di mana wabah dimulai. Diharapkan untuk menghasilkan sekitar dua juta masker sehari.
Sepeti diketahui, jenis masker bedah yang dibuat tidak terbukti melindungi terhadap infeksi Virus Corona. Mereka melindungi terhadap tetesan besar dan semprotan, tetapi tidak menyaring udara secara efektif.
Masker respirator yang diberi nilai baik menyaring partikel udara dan jauh lebih efektif. Mereka, bagaimanapun, jauh lebih mahal, harus dipasang dengan sempurna dan dipakai terus-menerus, dan tidak melindungi mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118