Suara.com - Vivo Mobile Indonesia mendukung langkah pemerintah yang menggunakan mekanisme whitelist sebagai protokoler untuk memblokir ponsel BM atau black market (ilegal) berbasis nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI).
Hal ini disampaikan oleh PR Manager Vivo Mobile Indonesia, Tyas K. Rarasmurti, di sela-sela preview Vivo V19 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis malam (5/3/2020).
"Pada dasarnya, kami akan terus sejalan dan mendukung langkah pemerintah. Soalnya kan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan apa yang terbaik untuk masyarakat Indonesia," jelas Tyas.
Menurut Tyas, skema whitelist untuk pemblokiran ponsel black market (BM) berbasis IMEI memberikan ketegasan dan kejelasan hukum. Sementara untuk pihak vendor, keputusan tersebut dinilai berpihak kepada konsumen.
"Itu kan untuk kepentingan konsumen, melindungi mereka dari barang ilegal. Dari vendor, kita juga mempersiapkan layanan purnajualnya, kan dengan adanya kepastian IMEI, konsumen juga akan terlayani dengan baik karena status ponselnya legal," pungkasnya.
Di sisi lain, sikap Vivo ini berbanding terbalik dengan apa yang dilontarkan oleh Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI). Dalam sebuah seminar, Wakil Ketua APSI Syaiful Hayat secara blak-blakan lebih mendukung mekanisme blacklist.
"Dari Peraturan Menteri, sebenarnya dari awal sudah jelas pakai mekanisme blacklist. Tapi sejak ada opsi whitelist, kita keberatan," terang Syaiful di Jakarta, Kamis pekan lalu (27/2/2020).
Mekanisme whitelist yang diadopsi pemerintah akan membuat ponsel BM tidak bisa memperoleh sinyal dan tak berfungsi sejak awal dinyalakan.
Sementara blacklist, yang diyakini bisa memberi efek jera, ponsel BM akan bisa menikmati sinyal operator saat dinyalakan. Tetapi setelah teridentifikasi, maka ponsel itu akan segera diblokir oleh operator dan tak bisa berfungsi lagi.
Baca Juga: Aturan IMEI Berlaku, Pembawa Ponsel dari Luar Negeri Wajib Bayar Pajak
Berita Terkait
-
7 Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Membeli HP Bekas, Jangan Salah Pilih!
-
Isu Jual Beli Hp Wajib Balik Nama, Kemkomdigi Sebut Daftar IMEI Tidak Wajib
-
Nirwala Dwi Heryanto: Orang yang Jatuh Cinta Paling Mudah Kena Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai
-
Modus Joki IMEI iPhone Terungkap, 42 HP Apple Disita Bea Cukai
-
Infinix GT 30 Pro Kantongi IMEI, Siap Dirilis Global
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
5 Rekomendasi Tablet Rp2 Jutaan 2026 yang Cocok untuk Multitasking
-
20 Prompt AI Edit Foto Lebaran Jadi Glow Up dan Estetik, Tinggal Copas!
-
32 Kode Redeem FF 22 Maret 2026: Trik Spin Bundle Old Clover Cuma Modal 1000 Diamond
-
28 Kode Redeem FC Mobile 22 Maret 2026: Kunci Jawaban Kuis Hari 3 dan Trik Gacha Draft Mewah
-
6 HP Rp2 Jutaan yang Awet Jangka Panjang, Performa Ciamik Fitur Lengkap!
-
Terpopuler: Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik, Pilihan Cerdas Upgrade Gadget Pakai Uang THR
-
35 Jawaban Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Balas Chat WhatsApp
-
35 Ucapan Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Grup WhatsApp
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Maret 2026, Kesempatan Raih hingga 999 Diamond!