Suara.com - Situs resmi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berisi informasi tentang data-data virus corona di Ibu Kota tak bisa diakses karena dilumpuhkan hacker atau peretas, demikian dilaporkan oleh Pemprov Jakarta via Twitter, Kamis (12/3/2020).
"Mohon maaf, situs https://corona.jakarta.go.id sedang sulit diakses karena mendapat serangan DDoS. Saat ini sedang ditangani tim Kominfotik DKI," demikian pengumuman Pemprov Jakarta.
"Hotline #JakartaTanggapCovid19 112 atau 0813 8837 6955 tetap bisa diakses, jika memiliki pertanyaan seputar COVID-19," bunyi pengumuman Pemprov DKI Jakarta lebih lanjut.
Saat Suara.com mengkses website itu, di alamat corona.jakarta.id, memang sama sekali tidak bisa dibuka.
DDoS sendiri adalah salah satu tipe serangan siber yang paling umum dan dilancarkan untuk membuat sebuah website lumpuh. DDoS lazimnya dilakukan dengan cara memerintahkan sejumlah besar komputer untuk mengunjungi sebuah website.
Dalam banyak kasus, komputer-komputer yang mengunjungi situs tersebut lebih dulu diretas menggunakan virus dan dibajak. Lonjakan trafik yang tiba-tiba itu bisa menyebabkan server website yang disasar menjadi lamban dan bahkan lumpuh.
Tadinya situs itu berisi langkah-langkah untuk meredam penyebaran virus corona Covid-19, nomor darurat milik Pemprov DKI Jakarta jika ada warga yang ingin menyampaikan atau menanyakan informasi soal virus corona, dan data jumlah orang yang dipastikan mengidap atau sedang dipantau karena virus corona.
Situs terkait virus corona milik Pemprov DKI Jakarta ini sendiri sempat dikritik oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate karena dinilai memberikan informasi yang berbeda dari Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: Ridwan Kamil Tolak Analisa KRL Bogor-Jakarta Risiko Tular Virus Corona
Berita Terkait
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
-
Jakarta Triathlon 2026 Siap Ramaikan Perayaan 5 Abad Jakarta
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Siap-Siap! Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi