- Ketua DPRD DKI berkomitmen kawal janji Gubernur Pramono Anung lepas saham PT Delta Djakarta.
- Mekanisme swap saham dengan pemerintah pusat tengah dikaji agar tidak menyalahi aturan hukum.
- Dividen Rp100 miliar dinilai tidak signifikan dibanding total PAD Jakarta yang mencapai puluhan triliun.
Suara.com - Wacana pelepasan saham milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di perusahaan bir PT Delta Djakarta kembali bergulir.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyatakan komitmennya untuk mengawal janji kampanye yang pernah disampaikan Gubernur Pramono Anung terkait hal tersebut.
"Tentu kami akan bermusyawarah," ujar Khoirudin di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa proses pelepasan saham tersebut harus dilakukan melalui kajian hukum yang sangat mendalam. DPRD tidak ingin mengambil langkah terburu-buru yang berisiko memicu persoalan legalitas di kemudian hari.
"Tentu kami tidak gegabah, karena kalau salah langkah ini berdampak hukum," lanjut Khoirudin.
Salah satu opsi yang sedang dikaji serius adalah mekanisme tukar guling aset atau swap saham dengan pemerintah pusat.
Beberapa contoh aset yang dilirik untuk penambahan saham adalah PT JIEP atau PT KBN, yang selama ini sudah dikerjasamakan dengan Pemprov DKI Jakarta.
"Tapi ini semua baru lintasan berpikir. Kami akan melakukan kajian, yang terbaik yang mana, yang aman secara hukum, yang tidak merugikan Pemda DKI Jakarta," jelas Khoirudin mengenai skema tersebut.
Terkait aspek ekonomi, Khoirudin menyebut bahwa keuntungan dari perusahaan bir tersebut sebenarnya tidak terlalu signifikan bagi Jakarta.
Baca Juga: Pramono Anung Blak-blakan di Depan Gubernur Lemhannas: Ada Pihak yang Ingin Jakarta Tetap Banjir!
Dividen yang diterima dari PT Delta Djakarta dinilai sangat kecil jika dibandingkan dengan total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta.
"Ada Rp100 miliaran. Kalau signifikansinya Rp100 miliar per Rp70-an triliun PAD, rasanya tidak signifikan," pungkas politisi PKS tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Terkini
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo
-
Setyo Budiyanto Jelaskan Alasan KPK Ubah Aturan Gratifikasi: Nilai Rupiah Harus Disesuaikan
-
Penuhi Kebutuhan Korban Banjir di Pemalang, Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Distribusi Bantuan
-
Ucap Syukur Istri Hogi Minaya Usai DPR Minta Kasusnya Dihentikan: Alhamdulillah Kami Dapat Keadilan
-
Pramono Anung Blak-blakan di Depan Gubernur Lemhannas: Ada Pihak yang Ingin Jakarta Tetap Banjir!
-
KPK Telusuri Pengumpulan Uang dari Calon Perangkat Desa Terkait Dugaan Pemerasan Pengisian Jabatan
-
Di Hadapan Siswa Sekolah Rakyat, Ipar Prabowo Curhat Pernah Dipecat dari Jabatan Gubernur BI
-
Tanggapi Pernyataan Noel Soal Purbaya Bakal 'Di-Noel-kan', Ketua KPK: Kita Tak Pernah Target Ini Itu