- Pemprov DKI Jakarta menawarkan rusun sewa bagi warga Cawang terdampak pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung.
- Gubernur Pramono Anung mengonfirmasi pemanfaatan rusun harus melalui mekanisme sewa sesuai aturan berlaku.
- Normalisasi Ciliwung krusial sebab mampu mengendalikan luapan air yang berdampak pada lima wilayah Jakarta.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta menawarkan akses hunian berupa rumah susun (rusun) bagi warga yang terdampak pembebasan lahan dalam proyek normalisasi Kali Ciliwung.
Langkah ini diambil sebagai solusi tempat tinggal bagi masyarakat, khususnya di wilayah Cawang, yang harus merelakan lahannya demi kepentingan penanggulangan banjir ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa warga dipersilakan memanfaatkan fasilitas rusun yang telah dibangun oleh pemerintah daerah.
"Jadi ini ganti rugi, tetapi saya tadi juga diskusi dengan Bu Kadis SDA dan Bapak Walikota dan juga Kakanwil BPN, kalau memang masyarakat mau memanfaatkan rumah susun yang dimiliki oleh atau dibangun oleh Pemda DKI Jakarta, kami persilakan," ujar Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Namun, Pramono menegaskan bahwa penggunaan rusun tersebut bukan bersifat cuma-cuma, melainkan melalui mekanisme sewa sesuai aturan yang berlaku.
"Tentunya dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Bukan dipindahkan, tapi memang mereka harus membayar atau menyewa untuk itu," tegasnya.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Pramono memastikan proses pembebasan lahan sejauh ini berjalan kondusif tanpa ada gangguan yang berarti.
"Alhamdulillah, sampai hari ini kami tidak menemukan sesuatu yang mengganggu di lapangan. Karena memang yang paling penting, saya sudah wanti-wanti harus dilakukan oleh kami sendiri. Kalau yang seperti ini, kan yang mau jadi middleman-nya kan banyak banget. Tapi ini semuanya kami lakukan sendiri, dan secara khusus saya terima kasih kepada BPN yang koordinasinya baik sekali," jelasnya.
Proyek normalisasi ini sendiri dinilai sangat krusial, mengingat aliran Kali Ciliwung menjadi faktor penentu dalam mengendalikan luapan air di lima wilayah Jakarta.
Baca Juga: Perangi Invasi Ikan Sapu-Sapu, Misi Arief Selamatkan Ciliwung dari 'Penjajah Sunyi' Asal Amazon
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengungkapkan bahwa pengendalian sungai ini mampu menyelesaikan hampir separuh persoalan banjir di daerah aliran sungai tersebut.
"Jadi Ciliwung ini merupakan salah satu aliran dari 13 aliran sungai. Kalau Jakarta dalam kondisi siaga, kemudian Katulampa dalam kondisi siaga, maka Ciliwung akan menjadi faktor penentu utama untuk mengatur lima wilayah lainnya. Jadi kalau kami bisa mengendalikan Ciliwung, maka kami bisa menyelesaikan persoalan DAS Ciliwung sebesar 40 persen," urai Ika.
Khusus di wilayah Cawang, total kebutuhan lahan yang harus dibebaskan mencapai 411 bidang dengan panjang menyentuh angka 2.401 meter.
Pemprov DKI Jakarta secara bertahap terus mengejar target tersebut, di mana pada tahun 2025 tercatat sudah ada 20 bidang lahan yang berhasil dirampungkan.
Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta memasang target untuk membebaskan 133 bidang lahan tambahan pada tahun ini.
Program normalisasi Kali Ciliwung diharapkan menjadi jawaban jangka menengah untuk meminimalisir dampak buruk banjir yang kerap menghantui warga Jakarta setiap musim penghujan tiba.
Berita Terkait
-
Sikat Banjir Jakarta, Pramono Anung Kebut Normalisasi Ciliwung yang Sempat Mandek
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
Perangi Invasi Ikan Sapu-Sapu, Misi Arief Selamatkan Ciliwung dari 'Penjajah Sunyi' Asal Amazon
-
Sosok Arief 'Anak Kali' yang Menaruh Asa di Ciliwung Lewat Konten Ikan Sapu-Sapu
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?