Suara.com - Sebuah penyakit pneumonia aneh menyebar di utara Italia sejak setidaknya November 2019, beberapa pekan sebelum para dokter di China mulai sadar akan adanya infeksi virus corona baru yang belakangan dinamai Covid-19.
Giuseppe Remuzzi, Direktur Institut Riset Farmakologi Mario Negri di Milan, dalam wawancara dengan NPR, stasiun radio Amerika Serikat, mengatakan bahwa pnemonia itu sangat aneh dan sangat efeknya parah saat menimpa orang-orang berusia lanjut.
"Para praktisi kesehatan ingat, mereka sudah mulai melihat pnemonia aneh, sangat parh, terutama pada orang lanjut usia pada Desember dan bahkan November," kata Remuzzi seperti dilansir dari NPR oleh South China Morning Post (SCMP).
"Ini artinya virus itu merebak, setidaknya di Lombardy (Italia bagian utara), sebelum kita sadar akan merebaknya virus di China," lanjut dia.
Komentar Remuzzi itu muncul ketika para ilmuwan sedang mencari asal-muasal virus corona baru Sars-Cov-2 yang menjadi wabah di seluruh dunia. Selama ini media melaporkan bahwa virus itu berasal dari Wuhan, Hubei, China.
Tetapi para ilmuwan di China mengatakan bahwa bukan karena pertama kali dilaporkan di China, berarti virus tersebut berasal dari China. Sampai saat ini belum diketahui dari mana asalnya virus penyebab wabah Covid-19.
Italia sendiri melaporkan kasus penularan lokalnya pada 21 Februari 2020. Sebelumnya semua kasus Covid-19 di Italia diklaim sebagai kasus import atau dari negara lain.
Italia juga sudah menutup penerbangan ke China pada 31 Januari dan menjadi negara pertama yang membatasi diri dengan Tiongkok akibat Covid-19.
Saat ini sudah ada lebih dari 53.000 kasus virus corona baru Covid-19 di Italia, dengan korban meninggal lebih dari 5.400 orang - lebih banyak dari China yang mencapai 3.270 korban jiwa. Di China, kasus Covid-19 mencapai lebih dari 80.000.
Baca Juga: Sebut COVID-19 Virus China, Trump 'Disikat' Pemeran Hulk
Di Wuhan, tempat penyakit ini pertama kali terdeteksi, dokter mulai sadar akan adanya pnemonia aneh yang penyebabnya tak dikenal, pada Desember 2019.
Sumber resmi pemerintah China menyebut bahwa kasus pertama tercatat pada 1 Desember, tetapi sejumlah media - termasuk SCMP - melaporkan bahwa kasus pertama Covid-19 di Wuhan diduga sudah ada pada tanggal belasan November.
Soal penyebarannya di Italia, para ilmuwan saat ini menduga bahwa virus itu dibawa oleh warga Italia yang sebelumnya memiliki riwayat kontak dengan warga China pada akhir Januari.
Debat soal asal mula Covid-19 memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggunakan frasa "Virus China" dalam beberapa acara resmi untuk mengacu pada virus corona baru ini.
Aksi Trump, yang beberapa kali dituding dan terbukti menyebar hoaks, diprotes oleh Beijing. Bahkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China menuding bahwa virus corona baru dibawah oleh militer AS ke Wuhan.
Berita Terkait
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia Diprotes Warga Italia
-
Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian
-
Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan
-
Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian
-
Soal Infertilitas: Sperma Kosong, Bayi Tabung hingga Mitos Gaya Hubungan Intim
-
Liburan ke Malioboro Makin Asyik, Becak Listrik Gratis Kembali Beroperasi
-
Jalur Bab el-Mandeb Membara: Harga Minyak Dunia Mengamuk di Tengah Gempuran 11 Malam AS ke Iran
-
Kebencian Salah Sasaran: Mengapa Perempuan Memusuhi Perempuan Lain?
-
Jatuh Cinta pada MRT Jakarta dan Semangat Baru Bertransportasi Umum
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United