Suara.com - Tim ilmuwan internasional menemukan sepotong kecil kabel yang dirangkai oleh Neanderthal, pada sekitar 40.000 - 52.000 tahun yang lalu di sebuah gua di selatan Perancis. Penemuan ini, menjadikan tali tersebut sebagai bukti pertama ketika manusia membuat benang.
Neanderthal sendiri merupakan anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen.
Potongan kabel sepanjang 6 milimeter itu melekat pada batu tipis ketika para ilmuwan menggali gua batu prasejarah Abri du Maras. Fragmen kabel terdiri dari tiga lapis dililitkan di sekitar pegangan alat atau bagian dari jaring.
Gambar dan analisis mikroskopis menunjukkan tiga bundel serat bengkok untuk membuat satu kabel. Ini membuktikan bahwa serat tersebut dimodifikasi oleh manusia.
Analisis spektroskopi menunjukkan bahwa untaian tersebut dibuat dari selulosa yang kemungkinan diambil dari kulit bagian dalam tanaman yang tidak berbunga, seperti pohon jenis konifera.
"Fragmen tali dari Abri du Maras adalah bukti langsung tertua dari teknologi serat hingga saat ini. Produksinya menunjukkan pemahaman ekologis rinci tentang pohon dan cara mengubahnya menjadi zat fungsional yang sama sekali berbeda. Teknologi serat akan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari," tulis para ilmuwan dalam Scientific Reports.
Dilansir laman IFL Science, Kamis (16/4/2020), Neanderthal umumnya dianggap kurang maju secara teknologi daripada manusia modern. Namun, saat ini semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa mereka menggunakan alat canggih pada zamannya dan bahkan menyelam di lautan untuk mengumpulkan sumber daya.
Penemuan baru ini membantu para ilmuwan untuk memahami kemampuan kognitif Neanderthal selama kehidupannya di Bumi antara 30.000 hingga 300.000 tahun yang lalu.
Dengan membuat benang atau tali menunjukkan bahwa Neanderthal memahami matematika dasar yang melibatkan penggulungan serat, serta pengetahuan tentang pertumbuhan pohon dan musiman yang diperlukan untuk memanen serat.
Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Wujud Apresiasi untuk Pekerja Kuliner
Penemuan serat di Abri du Maras ini memecahkan rekor penemuan potongan serat tertua. Sebelumnya, potongan serat bengkok yang ditemukan di situs Ohalo II Israel berusia 19.000 tahun lalu diyakini sebagai yang tertua.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Kembangkan Sistem Berkecepatan Transfer Data 10 Terabit per Detik
-
Ilmuwan Eropa Buat Ventilator untuk Pasien Covid-19 Berbasis Baterai
-
Ilmuwan Temukan Binatang Terpanjang di Dunia, Capai 45 Meter
-
Ilmuwan Sebut Virus Corona Ada Tiga Tipe, Apa Saja?
-
Musim Panas Tidak Berpengaruh pada Penularan Covid-19?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony