Suara.com - Platform digital global Google dan Facebook akan dipaksa membayar konten berita di Australia. Hal ini dilakukkan pemerintah setempat karena merosotnya pendapatan iklan akibat virus corona (Covid-19).
Anggota Parlemen Australia, Josh Frydenberg mengatakan, Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC), akan merilis rancangan inisiatif pada akhir Juli mendatang. Nantinya, Google dan Facebook diwajibkan membayar kompensasi untuk konten jurnalistik yang diambil dari media lokal setempat.
Frydenberg mengatakan, dia percaya bahwa Australia bisa berhasil meskipun negara-negara lain, termasuk Perancis dan Spanyol, telah gagal membuat Google dan Facebook membayar.
"Kami sangat sadar akan tantangan dan kompleksitas dengan mewajibkan ketentuan ini. Banyak negara lain telah mencobanya namun tidak berhasil. Kami pikir kami bisa menjadi yang terdepan di dunia," kata Frydenberg kepada Australian Broadcasting Corp, dilansir laman Abcnews.go.com, Senin (20/4/2020).
Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) telah berusaha untuk menegosiasikan inisiatif tersebut. Nantinya, perusahaan raksasa global tersebut akan setuju membayar media setempat untuk konten mereka.
"Masih ada pihak yang tidak menyetujui ketentuan pembayaran konten ini," kata Frydenberg.
Meskipun begitu, Google dan Facebook mengatakan bahwa mereka telah berdiskusi dengan ACCC untuk rumusan inisiatif pada November lalu.
“Kami kecewa dengan pengumuman pemerintah, terutama karena kami telah bekerja keras untuk memenuhi tenggat waktu yang disepakati,” ujar Direktur Pelaksana Facebook untuk Australia dan Selandia Baru Will Easton mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Covid-19 telah memengaruhi setiap bisnis dan industri di seluruh negeri, termasuk penerbit, itulah sebabnya kami mengumumkan investasi global baru untuk mendukung asosiasi penerbitan berita, pada saat pendapatan iklan menurun," tambahnya.
Baca Juga: Pengalaman Menjajal CloudX, Aplikasi Video Conference Pesaing Zoom
Seperti diketahui, Facebook telah menanam investasi 100 juta dolar AS dalam industri berita yang diumumkan pada Maret lalu.
Sementara itu, Google telah terlibat dengan lebih dari 25 penerbit Australia untuk memberikan pemasukan kepada mereka tentang aturan kerja sama tersebut.
"Kami telah berupaya untuk bekerja secara konstruktif dengan industri, ACCC dan pemerintah untuk mengembangkan inisiatif, dan kami akan terus melakukannya dalam proses revisi yang ditetapkan oleh pemerintah hari ini," kata pernyataan Google.
Frydenberg mengatakan, Google menjaring 47 persen dari pengeluaran iklan online tidak termasuk iklan baris di Australia, dan Facebook mengklaim 24 persen.
Perusahaan-perusahaan media telah berhenti mencetak lusinan surat kabar besar di seluruh Australia, sebagai akibat pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan berhentinya pemasukan dari pengiklan .
Berita Terkait
-
Google Doodle Hari Ini Sediakan Informasi Lengkap Virus Corona
-
Simpan Fakta Mengejutkan dan Sadis, Google Earth Sengaja Blur Rumah Ini
-
Alasan Google Doodle Bikin Seri Thank You Coronavirus Helpers
-
Cara Membuat Google Form, Mudah dan Cepat!
-
Gunakan Data Facebook, Begini Pergerakan Warga Jakarta saat Covid-19
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini
-
Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat
-
Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir
-
75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94
-
Terpopuler: 7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Tecno Siap Rilis HP Murah Mirip iPhone
-
7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag
-
Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?
-
Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya
-
Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan