Suara.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) merilis portal yang menyajikan peta penyebaran Covid-19 di Indonesia secara real-time. Hal ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi LAPAN.
"Halo #SobatLAPAN, sudah ada yang tahu belum, LAPAN melalui @pusfatja_lapan meluncurkan portal Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System / GIS) Penginderaan Jauh Untuk Analisa Sebaran COVID-19," tulis LAPAN.
Portalnya sendiri beralamat di laman covid19.lapan.go.id. Untuk teknisnya, LAPAN menggunakan data penginderaan jauh, baik yang diakuisisi di Stasiun Bumi Penginderaan Jauh LAPAN di Parepare, Rumpin, dan Jakarta, maupun yang diperoleh dari sumber lain, serta data terkait lainnya.
Semua itu dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan memperbaharui informasi fasilitas kesehatan, aksesibilitas, kepadatan bangunan, kepadatan penduduk, dan lain-lain yang terkait Covid-19.
Ketika Suara.com membuka laman tersebut, beberapa informasi terkait virus corona disajikan, mulai dari peta penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia, jumlah kasus, pasien sembuh, hingga angka kematian akibat virus corona.
Selain itu, laman ini juga memuat info ancaman virus corona, pencegahan, dan memperkirakan zona potensi risiko Covid-19 per kelurahan. Jadi, informasi yang disampaikan cukup komplit.
Sementara itu, LAPAN menjabarkan Covid-19 sebagai bagian dari keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, bisa cek di sini.
Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan China, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).
Baca Juga: Cari Sumber Air di Bulan, NASA Gunakan Sinar Laser
Berita Terkait
-
Trump Salahkan China Atas Penyebaran Virus Corona
-
Perangi Penyebaran Virus Corona, Bali United Donasikan 20 Ribu Masker
-
Ada 30 Ribu Kasus Baru, Kematian Akibat Corona di AS Tembus 50 Ribu Lebih
-
Bill Gates Sebut Penyebaran Virus Corona di Amerika Belum 'Setengah Jalan'
-
Bantu Indonesia Perangi COVID-19, Korea Selatan Kirim Alat Tes PCR
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis