Tekno / Sains
Selasa, 05 Mei 2020 | 19:17 WIB
Ilustrasi menara Eifel di Paris, Prancis. [Shutterstock]

Suara.com - Penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru Sars-Cov-2 ternyata sudah ada Prancis sejak Desember 2019 lalu dan yang lebih menarik adalah pasien yang terinfeksi tak pernah ke China, negara yang dituding sebagai asal-muasal penyakit tersebut.

Temuan ini diperoleh setelah para ilmuwan di Prancis menguji ulang sampel lama dari 24 pasien pneumonia yang dirawat di sebuah rumah sakit selama periode Desember 2019 sampai Januari 2020.

Hasilnya ditemukan bahwa satu dari 24 pasien itu positif menderita Covid-19. Ia diperiksa pada 27 Desember 2019, jauh sebelum pemerintah Prancis secara resmi mengumumkan pasien Covid-19 pertama di negeri itu pada 24 Januari kemarin.

China sendiri baru melaporkan adanya klaster penyakit pneumonia aneh di Wuhan, Provinsi Hubei ke organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 31 Desember 2019.

"Dari 24, kami menemukan satu orang yang positif Covid-19 pada 27 Desember 2020," kata Yves Cohen, dokter pada dua rumah sakit di Paris seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/5/2020).

Meski demikian Cohen mengatakan terlalu cepat untuk mengatakan bahwa pasien itu merupakan patient zero - orang pertama yang terinfeksi penyakit menular - di Prancis. Mengetahui patient zero sangat penting dalam memahami penyebaran sebuah penyakit menular.

Meski demikian yang lebih menarik lagi adalah pasien tersebut - yang kemudian sembuh dan kini dalam kondisi sehat - tidak baru saja pulang dari luar negeri.

"Satu-satunya kontak pasien tersebut adalah dengan istrinya," terang Cohen.

Pemerintah Prancis telah melakukan penelusuran kontak dari pasien tersebut. Dari situ diketahui bahwa ia telah menularkan virus corona ke dua orang anaknya, tetapi tidak ke istrinya yang bekerja di sebuah supermarket.

Baca Juga: Misterius! Virus Corona yang Dominan di Prancis Bukan dari China

"Dia sakit selama 15 hari dan menularkannya ke dua orang anaknya," jelas Cohen.

"Dia sangat terkejut. Ia tak tahu bagaimana bisa terinfeksi. Kami berusaha mematahkan teka-teki ini bersama-sama, karena ia sendiri tidak baru saja pulang dari luar negeri," beber Cohen.

Istri dari pasien itu bekerja di dekat sebuah gerai Sushi dan berdekatan dengan seorang rekan keturunan China. Belum diketahui apakah rekannya itu baru saja pulang dari China atau tidak.

Cohen mengatakan bahwa pemerintah seharusnya memeriksa dan menyelidiki temuan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa sebaiknya semua sampel pasien pneumonia yang menunjukkan hasil negatif harus diperiksa kembali.

"Mungkin virus ini sudah menyebar sejak dulu," kata Cohen.

Load More