Suara.com - Untuk mencegah perundungan (bullying) di platform miliknya, Twitter dilaporkan tengah mengembangkan fitur baru bernama Rethink yang sesuai namanya akan memaksa pengguna untuk berpikir ulang sebelum melepaskan caci-maki di ruang publik.
Fitur Rethink, yang sekarang sedang diuji coba, memungkinkan pengguna untuk berpikir kembali sebelum membalas sebuah dan menekan kirim pada tweet dengan komentar kasar, menyinggung, menyakitkan, dan hal-hal berbau perundungan lainnya.
"Ketika segalanya memanas, pengguna mungkin akan mengatakan hal-hal mungkin tidak dimaksudkan. Untuk membuat pengguna memikirkan kembali sebuah balasan tweet, kami menjalan eksperimen terbatas di iOS," klaim perusahaan yang ditulis melalui akun Twitter Support, sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (6/5/2020).
Selanjutnya, pengguna akan diberikan pilihan untuk mengonfirmasi balasan yang bisa direvisi sebelum dipublikasikan jika bahasa yang akan dikirim tersebut mengandung kata-kata ofensif.
Sepintas, fitur ini mirip dengan anti-bullying milik Instagram yang diperkenalkan pada tahun lalu. Instagram menggunakan AI untuk mendeteksi bahasa yang mengandung kata-kata kasar dan meminta pengguna untuk memikirkan kembali komentar tersebut sebelum dikirim.
Twitter sendiri sudah lama berjuang untuk menghadapi aksi bulying di platformnya ini dan telah melakukan ujicoba dengan sejumlah fitur-fitur untuk meningkatkan obrolan yang lebih sehat.
Rencananya, fitut Rethink Twitter akan dicoba terlebih dahulu untuk para pengguna Twitter berbasis iOS di kawasan Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!
-
Kisah Ibu Guru Atun: Dibully Murid, Dikasih Dedi Mulyadi Rp25 Juta, Lalu Disedekahkan
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana