Suara.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap, komplikasi yang diakibatkan virus corona (Covid-19) dapat memberikan efek samping mengerikan, bagi pasien yang sembuh dari penyakit ini.
Dilansir laman Daily Mail, Senin (11/5/2020), penelitian terbaru di Inggris menyebut bahwa efek samping yang mengancam pasien sembuh Covid-19 bervariasi, mulai dari mudah merasa lelah, kerusakan paru-paru dan jantung, hingga kerusakan otak.
Dalam satu kasus, seorang ibu berusia 48 tahun dari East London menceritakan kondisinya pasca dinyatakan sembuh dari Covid-19. Hampir sembilan minggu setelah dilakukan perawatan, dokter mendiagnosis bahwa ia mengalami kardiomiopati dilatasi, peradangan otot jantung yang parah, karena proses pemompaan darah terganggu.
Dokter yang memeriksanya juga menemukan bekas luka parah di kedua paru-parunya. Wanita itu, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa kondisi tubuhnya kian melemah meskipun telah dinyatakan sembuh.
"Saya telah diberitahu (dokter) bahwa sebagian besar kondisi tubuh saya membaik, tetapi harus ditopang alat pacu jantung di masa depan atau melakukan transplantasi jantung. Saya masih berjuang untuk bernafas. Saya merasakan mual dan pusing yang sangat parah sehingga jika saya duduk, saya harus berbaring kembali. Saya hanya bisa tidur di sisi kanan saya, untuk menghilangkan tekanan pada jantung," ujarnya.
Selain melemahnya kondisi jantung, wanita tersebut juga mengaku kehilangan beberapa ingatan, mata kiri yang bengkak dan rasa sakit di kaki kirinya.
Secara terpisah, dokter paru-paru yang merawat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Profesor Nicholas Hart, sempat menyinggung bahwa Covid-19 bisa berakhir menjadi 'polio generasi baru' dan menyebabkan efek samping yang kompleks di masa depan, ketika pasien sudah dinyatakan sembuh.
Di Negeri Ratu Elizabeth sendiri, epidemi polio menjadi momok menakutkan pada tahun 1950-an, karena menewaskan ribuan orang, dan meninggalkan 'warisan' berupa cacat seumur hidup. Virus itu, menyebar melalui cairan tubuh, menginfeksi hingga 8.000 orang tiap tahunnya dalam periode 1947 hingga 1956.
Hart juga melihat adanya kesamaan antara kondisi fisik penderita polio yang sudah sembuh, dengan pasien sembuh Covid-19 saat ini, yaitu menyebabkan kelumpuhan permanen pada satu atau lebih anggota badan, sakit otot dan masalah persendian.
Baca Juga: Anti Mainstream, Perempuan Ini Umumkan Perselingkuhan Pacarnya Lewat Iklan
"Covid-19 adalah polio generasi saat ini. Pasien memiliki gejala ringan, sedang, dan berat. Sejumlah besar pasien akan mengalami cacat fisik, kognitif dan psikologis pasca-kritis yang akan membutuhkan manajemen jangka panjang," ungkapnya via Twitter.
Berita Terkait
-
Penelitian: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Sembuh Membawa Antibodi
-
WHO: Mantan Pasien Covid-19 Kembali Positif Bukan karena Tertular Virus
-
Pasien Covid-19 dan PDP Butuh Protein Tambahan Untuk Jaga Imunitas
-
Penelitian Baru: Virus Corona Kembali Bermutasi dan Sekarang Lebih Menular
-
Cegah Sebaran Covid-19, Peneliti Kembangkan Ventilator dari Masker Selam
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
10 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus yang Unik dan Terjangkau, Bermanfaat untuk Sehari-hari
-
Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit
-
Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara Febrie Adriansyah sebagai Jaksa
-
Cara Aktivasi Token QLola by BRI untuk Transaksi Bisnis Aman
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Keluarga Almarhum Haji Abdul Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
20 Ide Lomba 17 Agustus Seru buat Ibu-Ibu, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah
-
Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya