Suara.com - Saat berbelanja ke pasar, umumnya akan membawa daftar belanja barang-barang apa saja yang akan dibeli untuk mempermudah. Belakangan, seorang warganet merasa kesulitan saat diminta istrinya berbelanja di pasar, meskipun telah dibekali dengan catatan belanja. Pasalnya, barang-barang yang harus dibeli dalam daftar belanja itu ditulis menggunakan teka-teki.
Dibagikan oleh akun Twitter @kwekwekz pada 16 Mei, pemilik akun mengunggah foto yang memperlihatkan kertas berisi daftar belanja dari istrinya.
Alih-alih ditulis secara langsung barang-barang yang ingin dibeli, sang istri justru menulisnya dalam bentuk teka-teki sehingga ia harus menebaknya.
Isi daftar belanja tersebut tertulis, "Tolong beliin! Kedelai yang menyatu, kedelai yang menyatu (halus), umbi jahat bikin nangis 1/2 kg, umbi baik yang dijahatin umbi jahat 1/4 kg, biru bisa renang 1/2 kg, celana waterproof 1 pack, penyanyi di pagi hari 1 kg, lama dicuekin 1 bungkus, mas-mas perebut pacar teman 1 ikat, ada yang bulat tapi bukan bola 1 kg, dan ijo yang bikin kuat angkat jangkar 1 ikat."
Warganet itu sendiri bahkan tidak sadar bahwa catatan tersebut berisi teka-teki dan ia juga tidak mengetahui jawabannya dengan pasti.
"Dapat tugas belanja di Pasar Bunul, sampai di pasar langsung buka catatan belanja. Iki opo cuk? Bojoku recehnya sampai catatan belanja," tulis pemilik akun @kwekwekz dalam kolom keterangan.
Setelah ditelusur, rupanya warganet itu memberikan jawaban yang benar dari teka-teki tersebut. Jawaban yang benar sesuai dengan daftar itu adalah tempe, tahu, bawang merah, bawang putih, ikan nila, pampers, ayam, jamur, kangkung, telur, dan bayam.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 6.000 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Pasti istrinya dulu anak OSIS yang ngemosin anak-anak baru," tulis akun @ellichaaa_.
Baca Juga: Sulit Bicara dan Halusinasi Bisa Jadi Gejala Baru Virus Corona
"Ini mah ospek wkwk," komentar @Dwimars8.
"Mau belanja apa mau ospek," tambah @missseerrrablee.
"Sungguh kreatif istrinya wkwk," ungkap @shelomiitha.
"Udah disuruh belanja, suruh mikir pula wkwk," cuit @nggakusadifollo.
Berita Terkait
-
Surat Keterangan Bebas Corona Dijual Online, Bikin Geram Warganet
-
Kreatif Tapi Bikin Ngakak, Beredar Tas Berbentuk Masker Segede Gaban
-
Perilaku Aneh Manusia Selama Pandemi Membingungkan Sistem AI
-
Hindari Kejahatan Siber, Ini 5 Cara Aman Belanja Online Selama Pandemi
-
Kelewat Gosong, Penampakan Ikan Ini Bikin Ngakak Warganet
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan