Suara.com - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang dengan berat badan berlebih lebih alias obesitas berisiko terkena Covid-19.
"Obesitas adalah keadaan peradangan kronis. Anda memiliki situasi peradangan tingkat rendah dan sistem pernapasan yang terganggu akibat tekanan berat badan," kata Profesor Sanjay Sharma, ahli jantung di Rumah Sakit Universitas NHS NHS Trust di London Selatan dan juru bicara Masyarakat Kardiologi Eropa, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (27/5/2020).
"Lemak berlebih mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah pada paru-paru dan diafragma. Ketika Anda diserang oleh virus (Covid-19), Anda punya masalah karena potensi kematian semakin besar," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Sharma, sebagian besar orang gemuk memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2, yang juga terkait dengan tingginya tingkat reseptor ACE2. Ini adalah beberapa faktor yang membantu menjelaskan alasan mengapa tingkat kematian orang gemuk akibat virus corona lebih tinggi.
Oleh karena itu, Sharma berasumsi bahwa mengurangi berat badan atau diet bisa mengurangi jaringan lemak dalam tubuh dan jumlah reseptor ACE2, sehingga peluang untuk terhindar dari virus corona lebih besar.
"Ini (kasus kematian Covid-19) adalah argumen saya untuk mengekang obesitas karena saya curiga, kita akan melihat lebih banyak pandemi virus seperti ini," terang Sharma.
Meski begitu, Dosen Biokimia Klinis dari University of Westminster Dr David Gaze mengatakan bahwa penyebab kematian akibat Covid-19 lebih rumit, bukan hanya sekadar jumlah reseptor. Lokasi infeksi virus juga turut berpengaruh.
Beberapa penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa reseptor ACE2 telah melakukan tugasnya dan menyebabkan pembuluh darah membesar, mengurangi tingkat cedera pada paru-paru. Tetapi penelitian lain pada tikus menunjukkan efek sebaliknya.
"Tampaknya ada perbedaan dalam kondisi reseptor ACE2, apakah reseptor ditemukan dalam bentuk terlarut dalam darah atau bentuk reseptor terikat dalam organ," tandas Gaze.
Baca Juga: Berukuran Jumbo, Penampakan Ketupat Ini Bikin Ngakak Warganet
Berita Terkait
-
Peneliti Sebut Kehilangan Penciuman karena Covid-19 Bisa Jadi Hal Baik?
-
Unik! Terumbu Karang Ini Berubah Menjadi Warna-warni
-
Penelitian Ungkap Pencarian Google tentang Gejala Penyakit Sering Salah?
-
Mencuci Tangan 10 Kali Sehari Bisa Kurangi Risiko Virus Corona
-
Penelitian Terbaru: Berbicara Suara Keras Lepaskan Ribuan Tetes Covid-19
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
32 Kode Redeem FF 4 Februari 2026, Sikat Skin Senjata G18 dan G36
-
Poco F8 Series Resmi Hadir di Indonesia, Naik Kelas Jadi The True Flagship
-
24 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026: Cara Klaim Haaland dan Trik Farming 5.000 Permata
-
5 Rekomendasi CCTV Rp200 Ribuan, Praktis Bisa Pantau Lewat HP Kapanpun
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah dengan RAM Besar Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Compact Murah Terbaik Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet Murah 1 Jutaan untuk Cucu Nonton YouTube, Tahan Banting dan Baterai Awet
-
7 Rekomendasi Tablet Gaming Murah Anti Nge-Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya
-
Nasib Borderlands 4 di Nintendo Switch 2: Dibatalkan atau Hanya Jeda?