Suara.com - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidak semua terumbu karang yang mengalami stress menjadi pucat karena terkena polusi dan kenaikan suhu lautan, tetapi beberapa terumbu karang juga berubah menjadi lebih berwarna.
Penelitian yang dilakukan oleh University of Southampton di Inggris, telah menjelaskan proses yang tidak biasa yang dikenal sebagai "colorful bleaching", digunakan terumbu karang sebagai strategi pemulihan darurat untuk melawan perubahan lingkungan.
"Seolah-olah terumbu karang itu berteriak meminta perhatian dengan menunjukkan warna-warna cerah, berusaha melindungi diri dari gelombang panas lautan," ucap Richard Vevers, CEO dan pendiri The Ocean Agency, seperti yang dikutip dari IFL Science, Selasa (26/5/2020).
Terumbu karang mendapatkan warna melalui hubungan simbiosis dengan ganggang kecil dan zooxanthellae bersel tunggal yang hidup di dalam jaringan karang. Mikroorganisme memberi karang makanan dan warna melalui pigmen fotosintesisnya, sementara karang memberi mikroorganisme itu perlindungan.
Sayangnya, hubungan ini bisa berubah menjadi bencana jika air tercemar atau suhu berubah menjadi terlalu hangat, memaksa mikroalga dan zooxanthellae untuk menghindari jaringan karang.
Tidak hanya kehilangan pigmennya untuk memberi warna putih, karang juga kehilangan pasokan makanan dan membuatnya menjadi lemah dan rentan terhadap penyakit.
Namun, terumbu karang tidak selalu kehilangan warnanya atas respon terhadap tanda bahaya pertama. Dilaporkan dalam jurnal Current Biology, penelitian baru menunjukkan terumbu karang yang mengalami episode pemanasan laut yang ringan atau singkat dapat mengalami proses yang dikenal sebagai "optical feedback loop", itu membuat karang menjadi terlihat lebih jelas karena berwarna.
Tidak adanya mitra mikroskopis karang memungkinkan lebih banyak cahaya untuk membanjiri jaringan dalam karang, meningkatkan produksi pigmen berwarna dan fotoprotektif. Ini menciptakan lapisan warna-warni yang berfungsi sebagai tabir surya, menghalangi beberapa sinar UV dan memberikan kondisi yang menguntungkan untuk kembalinya zooxanthellae.
"Dalam beberapa kasus, karang yang sangat berwarna mungkin keliru dianggap sebagai karang yang sehat, bukan karang yang mengalami stress. Namun, dalam kebanyakan kasus ada beberapa karang yang memutihkan diri karena polimorfisme warna yang terlibat, sehingga sangat mungkin pengamat akan menyadari ada sesuatu yang salah," tutur Profesor Jörg Wiedenmann, kepala Laboratorium Terumbu Karang Universitas Southampton.
Baca Juga: Gokil, Bocil Ini Gelar Syukuran Usai Tembus Rank Legend di Mobile Legend
Penelitian ini juga menyoroti perubahan iklim yang lambat laun akan terasa dampaknya secara global. Jika tidak ada tindakan untuk mengurangi perubahan iklim dalam beberapa dekade mendatang, ada kemungkinan terumbu karang di Bumi akan menghilang pada akhir abad ini.
Berita Terkait
-
Mencuci Tangan 10 Kali Sehari Bisa Kurangi Risiko Virus Corona
-
Penelitian Terbaru: Berbicara Suara Keras Lepaskan Ribuan Tetes Covid-19
-
Upaya Menutup Lubang Ozon, Justru Timbulkan Masalah Lingkungan Lainnya
-
Covid-19 Membunuh 20 Kali Lebih Banyak Pasien per Minggu daripada Flu?
-
Pasien Sembuh Covid-19 Dilarang Berhubungan Seks 30 Hari
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
5 Aplikasi Jadwal Salat dengan Azan Otomatis, Bikin Ibadah Ramadan Makin Lancar
-
7 Rekomendasi HP dengan Kamera ZEISS Terbaik, Hasil Foto Setajam DSLR
-
Ini Alasan MUI Kutuk Serangan Israel, Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP
-
Tablet Premium Vivo Pad 6 Pro Siap Rilis, Andalkan Chipset Tergahar Snapdragon
-
HP Apa yang Tahan Banting? Ini 5 Pilihan dengan Spesifikasi Gahar
-
Apa Arti Haidar? Akun Resmi Iran Unggah Foto Pedang Legendaris setelah Khamenei Meninggal
-
50 Kumpulan Status WA Bulan Puasa Lucu, Tinggal Copy Paste Aja
-
62 Kode Redeem FF Aktif Hari Ini 1 Maret: Klaim Beat Fist dan Harta Karun Ramadan
-
Sebelum Mainkan Requiem, Kenali Timeline Game Resident Evil dan Semua Karakternya
-
Bocoran Harga POCO X8 Pro Max, Segera Debut ke Indonesia Bulan Ini?