Suara.com - Menurut para ilmuwan di Inggris, gagang pintu, pegangan tangan, dan troli belanja harus dilapisi tembaga untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).
Alih-alih menggunakan baja dan plastik yang membuat virus Corona dapat bertahan hingga tiga hari, penelitian menunjukkan, virus akan terbunuh dalam waktu empat jam pada tembaga karena sifat antibakteri logam.
William Keevil, seorang ahli mikrobiologi senior di University of Southampton, mengatakan Inggris tertinggal dari negara-negara lain ketika menggunakan tembaga di daerah-daerah komunal.
"Pegangan pintu, troli belanja, pegangan tangan di angkutan umum, dan bahkan peralatan olahraga harus dilapisi logam," ucap Keevil dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (1/6/2020).
Ketika virus Corona mendarat di atas tembaga, ion logam atau atom bermuatan listrik menyerang membran lipid virus, struktur yang melindunginya. Tembaga kemudian menyerang sel dan menghancurkan DNA virus, itu membunuh virus sepenuhnya.
Profesor Keevil mengatakan kepada The Times bahwa bus di Polandia sudah dilengkapi dengan pegangan tangan berlapis tembaga, sementara bandara di Chile dan kios imigrasi Brasil dilapisi logam. Tak hanya itu, pusat kebugaran di Amerika juga telah menutupi barbel dan peralatan lainnya dengan tembaga.
Ia menambahkan bahwa layar di restoran cepat saji dan mesin kas juga bisa terlindung dari virus jika dipasang dengan logam.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada November lalu menemukan bahwa tempat tidur rumah sakit yang terbuat dari tembaga di unit perawatan intensif, rata-rata mengandung bakteri 95 persen lebih sedikit daripada tempat tidur rumah sakit konvensional.
Para ilmuwan Universitas Kedokteran di South Carolina menulis dalam laporan penelitian bahwa temuan menunjukkan lapisan tembaga antimikroba dapat membantu para praktisi pengendalian infeksi, dalam upaya mereka untuk menjaga permukaan peralatan kesehatan higenis sehingga mengurangi potensi risiko penularan bakteri.
Baca Juga: Mudik ke Zona Merah, Papan Peringatan dari RT Ini Malah Bikin Salut
Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan virus Corona dapat dideteksi hingga 24 jam setelah berada di atas kertas. Hasil serupa diperoleh dari tes yang dilakukan para ilmuwan pada virus yang menyebabkan wabah SARS pada 2003.
Sementara itu, dua penelitian yang berbeda juga menunjukkan bahwa cuaca yang lebih hangat tidak menghentikan penyebaran virus Corona. Ilmuwan di Amerika Serikat dan Kanada mengatakan risiko penularan hanya berkurang sekitar 1,5 persen untuk setiap derajat Fahrenheit di atas 77F atau 25 derajat Celcius.
Para ahli menganalisis lebih dari 370.000 kasus di ribuan kota berbeda di Amerika Utara dan mengatakan musim panas tidak akan membuat virus hilang. Ini menghancurkan harapan global yang menyebut penyebaran akan mereda saat musim panas datang.
Para pejabat kesehatan dari seluruh dunia menekankan protokol cuci tangan yang ketat sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus.
Berita Terkait
-
Penemuan Ini Ungkap Alasan Kegemukan Lebih Rentan Terkena Covid-19
-
Kabar Baik, Pasien Virus Corona Berhenti Jadi Infeksius setelah 11 Hari
-
Melemah Secara Misterius, Apa yang Terjadi dengan Medan Magnet Bumi?
-
Alhamdulillah, Obat Virus Corona Pertama Diklaim Tersedia Bulan Depan
-
Bangun Sistem Kekebalan Tubuh, Ilmuwan Suntikkan Covid-19 ke Monyet
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan