Suara.com - Ilmuwan Jerman kini tengah menguji cara baru untuk mendeteksi virus corona gelombang kedua, yakni dengan meneliti kotoran (feses) manusia yang berada di sistem pembuangan limbah.
Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz sedang melakukan uji coba dengan mengambil sampel limbah dari beberapa lokasi di Jerman.
"Itu akan menjadi jalur tes pertama. Anda akan mulai dengan pengukuran dan kemudian Anda akan tahu ke mana harus mencari alasannya," ujar ahli mikrobiologi sekaligus pemimpin penelitian Hauke Harms kepada CNN, sebagaimana dikutip dari New York Post, Selasa (2/6/2020).
Dengan pengujian ini, Harms berharap agar semua instalasi pengolahan limbah memasang sistem peringatan dini seperti itu untuk melacak penyebaran Covid-19. Sebagai permulaan, pabrik pengolahan limbah di Leipzig dilibatkan dalam penelitian ini.
"Jika memungkinkan, konsentrasi virus corona dalam air limbah dapat membantu tim medis untuk menentukan jumlah orang yang terinfeksi (Covid-19) di Leipzig dan ini akan sangat membantu," terang Ulrich Meyer, Direktur Teknis Saluran Air Leipzig.
Meski menaruh harapan besar terhadap penelitian ini, namun para ilmuwan Helmholtz mengakui bahwa untuk menemukan virus corona dalam limbah bukanlah perkara mudah.
“Kami memiliki volume (feses) yang tinggi, jumlah air limbah yang tinggi dan itu merupakan tantangan untuk menemukan jejak virus dalam air limbah,” kata Rene Kallies, ahli virologi yang ikut pada penelitian ini.
Selain itu, rendahnya jumlah infeksi baru di Jerman juga menimbulkan tantangan karena satu orang yang terinfeksi dapat mengubah hasil tes.
Selain ilmuwan Jerman, konsep serupa juga tengah dikembangkan para peneliti di KWR Water Research Institute Belanda sejak Februari lalu.
Baca Juga: Terkait Aksi Protes di AS, Sony Tunda Acara PlayStation 5
Bahkan, mereka berhasil mendeteksi virus corona di enam pabrik pengolahan limbah di negara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak
-
Terpopuler: HP Chipset Apa yang Bagus? Ini 3 Pilihan Samsung Rp2 Jutaan
-
Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?
-
3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik
-
Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026
-
6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam
-
Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat
-
6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026
-
Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan
-
5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat