Suara.com - Misi pertama China ke Mars akan diluncurkan sekitar musim panas tahun ini dan bakal bersamaan dengan waktu peluncuran mobil robot terbaru Amerika Serikat ke Planet Merah tersebut.
Misi dari dua negara itu akan digelar ketika Bumi dan Mars sedang berada pada titik terdekat, sehingga pesawat antariks bisa melakukan perjalanan lebih cepat serta lebih efisien. Posisi ini terjadi sekali setiap 26 bulan.
Tianwen-1
Pesawat antariksa Tianwen-1 akan dibawa roket Long March 5 pada Juli atau Agustus mendatang. Ia akan mencapai Mars pada Februari 2021 demikian kata Bao Weimin, kepala Komite Sains dan Teknologi dari Korporasi Sains dan Teknologi Antariksa China - perusahaan BUMN China yang mengerjakan proyek-proyek antariksa.
Setelah tiba di orbit Mars, Tianwen-1 akan melepaskan muatannya yakni sebuah mobil atau rover robotik ke permukaan Mars. Selain mobil robotik, akan ada juga sebuah satelit yang mengelilingi Mars. China akan meneliti soal air, es, permukaan, dan atmosfer Mars.
Sementara badan antariksa AS (NASA) akan mengirim misi ke Mars pada 17 Juli 2020. Misi itu akan membawa serta mobil robotik terbaru Perseverance, yang akan menggelar penelitian lebih lanjut di permukaan Mars. Diharapkan rover itu akan mendarat di permukaan Mars pada 18 Februari.
Perseverance
Perseverance akan fokus mencari tanda-tanda kehidupan di Mars dan mengumpulkan sampel dari permukan planet itu untuk dibawa pulang ke Bumi. Di permukaan Mars, NASA masih memiliki rover Curiosity yang masih beroperasi bersama setidaknya tiga rover lain yang kini sudah tak berfungsi.
Rover China dirancang untuk beroperasi hanya selama 90 hari di permukaan Mars. Sementara Persevarance akan beroperasi selama satu tahun di Mars atau sekitar 687 hari di Bumi.
Baca Juga: Rusia Heran, Amerika Kok Girang SpaceX Sukses Bawa Astronot ke Antariksa
"Titik kunci dalam misi ini adalah memastikan satelit yang mengorbiti Mars berhasil ditangkap oleh medan gravitasi planet itu. Kemudian pendaratan dilakukan yang akan berlangsung selama 7 - 8 menit," jelas Bao.
Bao mengatakan pendaratan di Mars akan banyak memanfaatkan keberhasilan pendaratan di Bulan pada 2019 lalu. Kendaraan pendarat China, Yutu-2 berhasil mendarat sempurna di sisi jauh Bulan pada Januari 2019 lalu. China juga berencana meluncurkan misi ke bulan bernama Chang'e-5 pada tahun ini.
Memburu Rusia dan Amerika
China memang berambisi untuk berada di posisi setara dengan AS dan Rusia pada 2030 sebgai pemain utama perlombaan teknologi antariksa.
Sama seperti Rusia, China mengandalkan kekuatan negara sementara AS sudah beralih ke swasta dengan suksesnya SpaceX mengantar astronot ke luar angkasa pada 30 Mei kemarin.
China pertama kali berusaha ke Mars pada 2012. Ketika itu China menitipkan satelit Yinghuo-1 di pesawat antariksa Rusia Phobos-Grunt. Sayang misi itu gagal karena roket Rusia hancur saat berada di atas Samudera Pasifik. Empat tahun kemudian, China meluncurkan program Mars-nya sendiri.
Mars sendiri telah menjadi ambisi AS dan Rusia sejak Perang Dingin. Pada 1964, AS berhasil mengirim pesawat antariksa Mariner-4 untuk terbang melintasi Mars. Tetapi Uni Soviet lewat misi Mars-2 dan Mars-3 telah berhasil mendarat di Mars pada 1971. [SCMP]
Berita Terkait
-
Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus
-
Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan
-
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars
-
Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru
-
Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G, Peningkatan Apa yang Ditawarkan?
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG