Suara.com - Berita gembira bagi para penggemar UFO, Komite Senat yang bertugas mengawasi komunitas intelijen, ingin mengubah cara Amerika Serikat menangani laporan UFO dari militer. Hal tersebut memungkinkan seluruh dokumen UFO yang tidak diklarifikasi dirilis ke publik.
Komite Intelijen Senat Amerika Serikat sedang berupaya untuk mengatur program pelacakan "Unidentified Aerial Phenomenon" atau Fenomena Udara Tak Dikenal Pentagon, dan mereformasi cara mereka melaporkan informasi tentang UFO.
Menurut ketentuan yang baru dikeluarkan untuk RUU otorisasi intelijen tahunan, panel ingin Departemen Pertahanan dan badan intelijen Amerika Serikat untuk menyusun analisis publik secara rinci dari semua data yang dikumpulkan pada Unidentified Aerial Phenomenon (UAP).
Laporan tersebut harus mencakup semua data yang dikumpulkan, termasuk intelijen satelit, sinyal intelijen, dan intelijen manusia, pada "gangguan benda asing" yang diketahui dari UAP di wilayah udara Amerika Serikat yang terbatas. Menariknya, laporan tersebut harus dikirim "dalam bentuk yang tidak rahasia".
"Komite mendukung upaya Satuan Tugas Fenomena Udara Tak Dikenal di Kantor Intelijen Angkatan Laut untuk membakukan pengumpulan dan pelaporan tentang fenomena udara tak dikenal. Komite khawatir tidak ada proses terpadu dan menyeluruh dalam pemerintahan federal untuk mengumpulkan dan menganalisis intelijen tentang fenomena udara yang tidak dikenal, meskipun ada potensi ancaman," tulis Undang-Undang Otorisasi Intelijen untuk Tahun Anggaran 2021.
Dokumen itu merujuk pada kurangnya perhatian dari para pemimpin senior mengenai laporan UFO dan hal ini perlu diubah mengingat ancaman yang ditimbulkan terhadap aset dan instalasi militer Amerika Serikat.
Dilansir dari IFL Science, Senin (29/6/2020), ini adalah pertama kalinya kehadiran program UFO resmi diakui dalam dokumen publik semacam ini. Sementara pejabat sebelumnya mengisyaratkan bahwa program seperti itu sempat ada dan mengklaim telah berakhir pada tahun 2012.
Gugus tugas kemudian disinggung dalam pertukaran email antara seorang perwakilan Angkatan Laut dan penulis UFO Roger Glassel pada Mei, membenarkan kecurigaan beberapa pihak bahwa Pentagon masih menjalankan program UFO.
Berita ini muncul setelah militer Amerika Serikat baru-baru ini mengkonfirmasi dan merilis informasi tentang sejumlah penampakan UFO. Pada awal tahun, pemerintah resmi mendeklasifikasi dan merilis tiga video "fenomena udara tak dikenal", diikuti dengan delapan laporan insiden UFO baru.
Baca Juga: Pentagon Secara Mengejutkan Resmi Merilis Video Rekaman UFO
Tindakan ini belum disahkan oleh Kongres dan tidak jelas bagaimana Kongres akan memberikan suara pada undang-undang. POLITICO berspekulasi bahwa tindakan itu mungkin mendapat perlawanan dalam administrasi Trump, mengenai persyaratan untuk membuat informasi publik dan RUU tersebut tidak menyebutkan UAP atau UFO dalam hal aktivitas luar angkasa dan bisa mengacu pada pesawat yang tak dikenal yang dimiliki oleh "pemerintah asing yang bermusuhan".
Meski begitu, tampak jelas bahwa otoritas Amerika Serikat menjadi lebih transparan dan terbuka dengan topik UFO yang selalu kontroversial saat ini.
Berita Terkait
-
Disalip Mantan Asisten Trump, Petinggi Pentagon Mengundurkan Diri
-
Ada Penampakan UFO saat Peluncuran SpaceX?
-
Situasi Makin Tak Kondusif, Pentagon Kerahkan Ribuan Tentara ke Washington
-
Angkatan Laut AS Rilis 8 Laporan Baru Terkait Insiden UFO
-
UFO yang Ganggu Pesawat Tempur Amerika Serikat Ukurannya Setara Koper
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Terkini
-
Kronologi Kasus Viral Santriwati Ngaku Hamil Lewat Mimpi, Seorang Kiai di Pekalongan Ditangkap
-
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Murah Diotaki Ryzen 5 dengan RAM Upgrade hingga 32GB
-
Penampakan Samsung Galaxy A27 Terbaru: Snapdragon Gantikan Exynos, Ultrawide Downgrade
-
Zenbook A14 OLED Jadi Laptop Snapdragon X2 Elite Pertama di Indonesia dengan Baterai Tahan 24 Jam
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic TOUGHBOOK 40 Mk2, Laptop Tahan Banting dengan AI
-
Lenovo ThinkStation PGX Resmi Hadir di Indonesia, Workstation AI Ringkas dengan Performa 1 PetaFlop
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
3 HP Redmi Midrange Paling Worth It di 2026, Spek Gahar dan Harga Masih Masuk Akal
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
40 Kode Redeem FF Terbaru 28 Mei 2026: Cek Event Pinky Sembari Tukar Token Universal